ZAGREB-KEMPALAN: Polisi Kroasia telah menahan beberapa orang atas insiden selama dan setelah pawai Pride (bulan untuk memperingati hak-hak orang LGBT) akhir pekan ini di ibukota Zagreb.
Melansir Euronews, insiden tersebut termasuk serangan verbal dan fisik terhadap beberapa peserta dan pembakaran bendera LGBT berwarna pelangi, kata polisi Zagreb pada Minggu (4/7). Polisi masih mencari beberapa pelaku lainnya.
Franko Dota, dari organisasi Zagreb Pride, mengatakan kepada televisi pemerintah HRT bahwa insiden tersebut adalah yang pertama sejak 2011. Pawai Sabtu (3/7) adalah yang ke-20 diadakan di ibukota Kroasia.
“Kami berharap polisi melakukan penyelidikan menyeluruh dan memperlakukan semua insiden sebagai kejahatan kebencian atas orientasi seksual, dan bukan sebagai pelanggaran ketertiban umum,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Euronews.
Polisi menyampaikan, insiden tersebut melibatkan pesan anti-gay, seorang pria menghalangi jalan ke dua wanita, menyerang mereka secara verbal, dan meludahi salah satu wanita sebelum melarikan diri, serta melakukan serangan fisik.
Dalam serangan terburuk Sabtu malam, sebuah kelompok mendekati dua pria muda, salah satunya dipukul di wajahnya, dan sebuah bendera pelangi direnggut darinya dan dibakar sebelum seorang wanita muda memukul wajah kedua pria itu. Kroasia sendiri adalah negara Katolik yang konservatif yang bergabung dengan Uni Eropa pada tahun 2013.
Acara bulan Pride sendiri diadakan di sejumlah negara, termasuk Kroasia. Parade dilaksanakan untuk membangun pemahaman terhadap keberadaan LGBT di masyarakat, namun terjadi pula sejumlah penolakan seperti yang ada di Kroasia ini. (Euronews, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi