JAKARTA – KEMPALAN: Voxpol Center merilis hasil survei tentang elektabilitas Capres 2024 (Top Of Mind) mendatang.
Dikutip dari Press Release Adapun Survei ini bertujuan untuk menganalisis; (1) Tingkat popularitas, likeabilitas dan elektabilitas kandidat calon presiden RI dan partai politik serta meneropong peta simulasi capres cawapres menuju kontestasi politik nasional pada pemilu serentak 2024; (2) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam menentukan pilihan politik; (3) Menganalisis tingkat persepsi dan harapan masyarakat terhadap kinerja presiden, wakil presiden dan lembaga negara; (4) Menganalisis pandangan masyarakat tentang berbagai masalah fundamental di bidang sosial, politik, kesehatan serta kebijakan-kebijakan pemerintah lainnya; (5) Menganalisis partai oposisi pemerintah; (6) Mengukur kemantapan pilihan (strong voters) dan; (7) Mengukur dan evaluasi kondisi demokrasi saat ini.
Temuan pokok dan analisis dari survei ini adalah;
Pertama: Dari segi elektabilitas menunjukkan lapangan politik masih terlihat datar, belum ada kandidat calon presiden dengan elektabilitas yang cukup meyakinkan setelah petahana tidak bisa lagi mencalonkan diri, bahkan Prabowo Subianto yang sudah berkali-kali maju sebagai calon presiden, dalam masyarakat.
Dari jumlah mayoritas pemilih yang menolak wacana ini beralasan bahwa penambahan masa jabatan presiden merupakan kemunduran demokrasi (33,4%), regenerasi kepemimpinan nasional akan terhambat/mandeg (28,2%), menguatnya KKN dan Oligarki (9,9%), pengkhianat demokrasi (8,7%) dan untuk menjebak presiden (4,6%).
Kedua: survei ini juga menunjukkan bahwa jika pemilu legislatif dilaksanakan saat survei ini dilaksanakan, maka ada reposisi partai politik di mana dominasi PDI-Perjuangan mulai digeser oleh partai Gerindra yang kini berada pada posisi pertama dengan elektabilitas 27,9% sementara PDI-Perjuangan pada posisi kedua dengan elektabilitas 23%.
Dikuti partai oposisi yaitu PKS dengan perolehan sebesar 9,4%, kemudian Partai Demokrat sebesar 7,8%, Partai Golkar (6,8%), dan PKB (4,9%). Enam nama-nama partai di atas memenuhi ambang batas parlemen 4% dan dipastikan akan lolos ke Senayan pada saat survei ini dilaksanakan. Namun masih ada beberapa partai yang masih berpeluang lolos ke Senayan dengan mempertimbangkan margin of error antara lain NASDEM (2,3%), Perindo (1,3%), PPP (1,3%). Sisanya partai-partai lain yang elektabilitasnya di bawah 1%, PAN (0,9%), HANURA (0,8%), PSI (0,3%), PBB (0,3%), Garuda (0,2%), Partai Ummat (0,2), Berkarya (0,1%), PKPI (0,1%) dan Partai Gelora(0,1%).
Ketiga: dari sisi kinerja pemerintahan di bawah Kepemimpinan Joko Widodo dan Ma’ruf Amien hanya 54,5% publik yang puas dengan kinerja pemerintahan sementara 43% tidak puas.
Keempat: mayoritas pemilih (73,7%) menolak adanya wacana penambahan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, hanya 22,6% yang setuju dengan wacana ini dan sisanya 3,7 tidak menjawab. Dari jumlah mayoritas pemilih yang menolak wacana ini beralasan bahwa penambahan masa jabatan presiden merupakan kemunduran demokrasi (33,4%), regenerasi kepemimpinan nasional akan terhambat/mandeg (28,2%), menguatnya KKN dan Oligarki (9,9%), pengkhianat demokrasi (8,7%) dan untuk menjebak presiden (4,6%).
Kelima: Dari beberapa model simulasi yang dilakukan, ada 6 nama-nama calon presiden potensial yaitu: Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo , Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno, Agus Harimurti Yudhoyono dan Puan Maharani.
Selain ada beberapa klaster calon presiden yang juga memunculkan nama-nama potensial sebagai calon presiden yaitu; Pertama; klaster ketua umum partai politik, Prabowo Subianto berada pada peringkat tertinggi dengan elektabilitas 33,7% disusul oleh Agus Harimurti Yudhoyono (12,5%), Megawati Soekarno Putri (8,9%) dan Airlangga Hartarto (4,7%).
Kedua; klaster Kepala daerah, Anies Rasyid Baswedan berada pada peringkat pertama (29,1%) disusul Ganjar Pranowo (28,2%) dan Ridwan Kamil (14,4%).
Ketiga; klaster menteri kabinet Kerja, pada klaster ini nama Prabowo Kembali muncul diperingkat pertama (23,4%), Sandiaga Salahuddin Uno (16%), Tri Rismaharini (7,4%) dan Erick Tohir (4,7%). (Abdul Manaf)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi