SURABAYA-KEMPALAN: Salah-satu calon ketua umum Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UA) Dimas Oky Nugroho menegaskan kesungguhan maju ke arena pemilihan. Ketegasan ini sekaligus menepis dugaan yang beredar, bahwa dirinya tak seserius calon lain untuk berkompetisi meraih posisi ketua umum.
”Jujur, ini bukan keinginan kaleng-kaleng. Persiapan saya untuk maju sudah jauh-jauh hari. Apalagi, saya sudah melakukan pemetaan sumber daya alumni Universitas Airlangga di berbagai bidang,” ungkap pria yang namanya berakronim ‘DON’ ini dalam webinar, Jumat (25/6).
Sebanyak 56 peserta webinar terlihat antusias menyimak pemaparan Dimas. ”Kita sudah masuk ke dalam era transformasi digital. Begitu banyak alumni muda dari berbagai fakultas, yang perlu dipikirkan dan dipersiapkan untuk dapat akses ke kesempatan kerja atau menciptakan lapangan pekerjaan. Namun, tetap perlu ditegaskan lagi pentingnya integritas, kapasitas dan kompetensi,” ungkap Dimas antusias.
Selain Dimas, calon ketua umum yang berlatar angkatan dekade ’90 adalah Indra Nur Fauzi alumni Fakultas Ekonomi dan Mochammad Adib Khumaidi alumni Fakultas Kedokteran. Selama ini, Dimas cukup akrab dengan para alumni muda Universitas Airlangga karena ia mantan Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
”Tantangan SDM di masa mendatang sangat besar. Kebanyakan anak-anak muda menyukai ekonomi digital. Ada kontestasi anak-anak muda antar negara semisal Kamboja atau Timor Leste. Maka, perlu keterampilan serta kesadaran terhadap nilai-nilai tertinggi di tengah kompetisi itu,” papar dia.
Disinggung kenapa baru sekarang ia maju ke arena pemilihan IKA UA, mantan aktivis gerakan reformasi ’98 ini berkilah saat ini momentum yang tepat. ”Alumni-alumni muda Unair sangat banyak dan ada dimana-mana. Sering saya bertemu mereka dan mendengar bagaimana mereka harus berjuang sendirian di berbagai tempat. Saya sendiri ketika masuk Jakarta dua dekade silam juga merasakan itu. Nah, kenyataan ini yang mendorong saya bertekad sungguh-sungguh mengikuti arena pemilihan kali ini,” jelasnya.
Sebaran alumni Unair tak hanya berada di dalam negeri, namun di luar negeri pun cukup banyak. Seperti Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris, Desra Percaya. Desra alumni jurusan Sosiologi Fisip Unair tahun 1985. Begitupula dengan Konsul Jenderal Republik Indonesia di Dubai, Kartika Candra Negara, yang juga alumni Fisip Unair. (reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi