Minggu, 5 Juli 2026, pukul : 18:21 WIB
Surabaya
--°C

Abdul Jalil Latuconsina, Telah Merdeka Kini.

Oleh Sam Abede Pareno.

KEMPALAN: Abdul artinya hamba, Jalil bermakna sempurna. Latuconsina adalah nama fam Maluku asal Pelauw di Pulau Haruku. Ayahnya hijrah ke Pulau Buru karena kemudian menikah di sana, lahirlah Abdul Jalil yang kelak berkarir di Surabaya.

Pada Jumat 25 Juni 2021 sekitar jam 12.30, Jalil–demikian ia biasa dipanggil–, kemudian setelah ia berjenggot panjang dijuluki “abah Jenggot”, telah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Dan nampak seperti setengah kiai setengah dukun.

Sesuai namanya, almarhum memang hamba yang sempurna. Ia pernah berprofesi pengusaha, yang membawanya menjadi ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Surabaya. Almarhum juga seorang aktivis 1999, kemudian memimpin tabloid “Sapujagat” akronim dari “saya punya jangan diganggugugat”.
Faktanya, sapujagat merupakan filosofi hidupnya.

BACA JUGA  UNESA Petanque Tournament 2026: Spektakuler di Lahan Internasional, Sumenep Berburu Generasi Emas

Ia bebas merdeka berbuat apa saja, termasuk membuat teman-temannya terkejut ketika namanya tercantum sebagai salah seorang penandatangan Petisi 50 bersama Ali Sadikin dan Moh.Natsir cs yang berseberangan dengan rezim Soeharto; yang berakibat dirinya ditangkap dan ditahan.

Bahkan ia tak ingin diganggugugat oleh istrinya, Lies mantan penyanyi yang sabar dan setia. Lies tak menggugat cerai meski sang suami tak menemaninya tinggal serumah. Jalil sangat menyayangi Lies walaupun tidak serumah. Pria ini lebih merasa happy menginap di hotel ketimbang tidur bersama istri di rumahnya. Anehnya, Jalil tak pernah terdengar bercinta dengan perempuan lain. “Suatu saat nanti katong dua bersatu kembali,” jawabnya atas pertanyaan saya kenapa ia tidak tinggal bersama Lies. Katong itu bahasa Ambon yang berarti kita.

BACA JUGA  Indonesia Tumbang dari Jepang, Progres Timnas Voli Putri U-18 Kian Terlihat

Nampaknya memang ada yang dicari oleh Jalil dalam kehidupan merdekanya itu. Ia suka pada hal-hal yang mistis, sehingga ketika berada di Ambon bersama saya, ia rajin bergaul dengan sejumlah orang yang dianggapnya punya ilmu kebatinan. Dan ia tak berguru pada mereka melainkan berteman. Jenggot panjang yang dipeliharanya menambah kesan siapa saja tentang kecenderungan ini. Inipun tak mau diganggugugat, dan tak seorang pun yang memedulikannya.

Jalil adalah sosok manusia merdeka, tak ingin terikat oleh aturan apa saja termasuk aturan hidup sehat. Bagi kita mungkin hal itu sebagai penyebab kematiannya, namun bagi almarhum barangkali sebagai penyempurna kemerdekaannya. Kemerdekaan abadi. Insyaa Allah.
Surabaya, 26 Juni 2021.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.