Minggu, 5 Juli 2026, pukul : 19:25 WIB
Surabaya
--°C

AS akan Tetap Dukung Pemerintah Afghanistan

WASHINGTON-KEMPALAN: Presiden Joe Biden menyatakan, dukungan AS untuk pemerintah Afghanistan yang diperangi Taliban tidak akan berakhir, ia memberi tahu Presiden Ashraf Ghani Washington akan menopang militer dan ekonomi negara itu ketika pasukan AS mengakhiri pendudukan 20 tahun.

“Kemitraan antara Afghanistan dan Amerika Serikat belum berakhir. (kemitraan) itu akan dipertahankan,” kata Biden kepada rekannya dari Afghanistan selama pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (25/6).

“Dukungan untuk Afghanistan tidak berakhir, dalam hal dukungan dan pemeliharaan mereka – membantu mempertahankan militer mereka, serta dukungan ekonomi dan politik,” ujarnya seraya mengatakan bahwa pasukan Amerika Serikat memang ditarik, namun tidak dengan dukungan AS terhadap Pemerintah Afghanistan.

Biden juga bersikeras “orang Afghanistan harus memutuskan masa depan mereka” dan “apa yang mereka inginkan,” tetapi meyakinkan mereka: “Kami akan tetap bersama anda. Dan kami akan melakukan yang terbaik untuk memastikan anda memiliki alat yang anda butuhkan.”

Ghani mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Amerika Serikat, memuji Biden atas keputusan “bersejarah” untuk menarik pasukan, meskipun langkah itu berasal dari pemerintahan Donald Trump, yang pertama kali mencapai kesepakatan keluar dengan Taliban tahun lalu.

Ia juga mencatat, penarikan itu telah memaksa para pemimpin Afghanistan untuk “menghitung ulang dan mempertimbangkan kembali” situasi di negara itu, Ghani mengatakan hubungan AS-Afghanistan sedang “memasuki babak baru,” dan “kemitraan dengan Amerika Serikat tidak akan bersifat militer, tetapi komprehensif, mengenai kepentingan bersama kita.”

Pemimpin Afghanistan itu juga mengatakan bangsanya telah memasuki “momen 1861,” membandingkan posisinya dengan posisi Presiden Abraham Lincoln menjelang Perang Saudara Amerika. Dengan Taliban tampaknya memainkan peran Konfederasi dalam metaforanya, Ghani menambahkan “ini adalah pilihan nilai: nilai-nilai sistem eksklusif atau sistem inklusif.”

Ashraf Ghani mengatakan dia tidak meminta Presiden AS Joe Biden untuk menunda penarikan pasukan AS meskipun serangan Taliban baru, dan negara-negara lain harus “bertaruh” pada pemerintahnya di Kabul dan bukan pemberontak.

“Keputusan Presiden Biden adalah keputusan transformasional yang akan memiliki konsekuensi baik bagi rakyat Afghanistan dan bagi rakyat Amerika Serikat di kawasan itu,” kata Ghani seperti yang dikutip Kempalan dari Sputnik.

Kedua pejabat tinggi (satunya Abdullah Abdullah, yang memimpin negosiasi dengan Taliban) itu juga bertemu dengan para pemimpin Pentagon pada Jumat, di mana Menteri Pertahanan Lloyd Austin menekankan AS “sangat berinvestasi dalam keamanan dan stabilitas Afghanistan” dan Washington berkomitmen untuk “kemitraan yang bertahan lama.”

Usai pertemuan dengan para pejabat Kementerian Pertahanan AS, Ghani menampik pertanyaan dari wartawan mengenai prediksi bahwa Kabul akan jatuh ke tangan Taliban dalam enam hingga dua belas bulan ke depan dengan mengatakan “sudah banyak prediksi semacam itu, dan semuanya salah.” (RT/Sputnik, reza hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.