Setelah 150 Tahun, AS akan Kaji Ulang Asrama Sekolah Khusus Indian

waktu baca 2 menit
Mendagri AS Deb Haaland.

WASHINGTON-KEMPALAN: Menteri Dalam Negeri AS Deb Haaland mengumumkan pemerintah federal akan menyelidiki model pengawasan terhadap asrama sekolah untuk penduduk asli Amerika, Indian. Sekaligus untuk mengungkap kebenaran hilangnya nyawa manusia serta dampak keberadaan asrama-asrama tersebut. Selama ini, pihak pemerintah federal telah memaksa ratusan ribu anak-anak dari keluarga dan komunitas Indian untuk masuk asrama sekolah.

Dilansir dari Associated Press (AP), Selasa (22/6), saat ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) AS sedang mengkaji ulang sistem sekolah berasrama untuk siswa-siswi dari keluarga Indian. Selain mengumpulkan, pihak Kemendagri juga mempelajari berbagai rekaman terkait pengelolaan serta situasi sehari-hari di dalam asrama sekolah. Termasuk menelisik sejumlah makam yang terletak di sekitar sekolah, nama siswa-siswi serta asal suku mereka.

“Hal itu untuk mengatasi dampak antar generasi dari sekolah asrama khusus Indian dan untuk mempromosikan penyembuhan spiritual dan emosional di komunitas kita, kita harus menjelaskan trauma masa lalu, tidak peduli betapa sulitnya itu harus dilakukan,” tegas Haaland.

Diakuinya, proses evaluasi terhadap asrama sekolah khusus Indian itu akan berlangsung lama, sulit serta bakal menghadapi berbagai halangan. Namun, Haaland bertekad tak hendak mengecewakan hati para keluarga Indian yang menuntut keterbukaan serta transparansi.

Penderitaan siswa-siswi India dimulai ketika Undang-Undang Peradaban Indian disahkan tahun 1819. Melalui undang-undang ini, pemerintah AS lalu menerbitkan kebijakan mendirikan dan mendukung asrama sekolah khusus Indian di seluruh negeri. Selanjutnya, selama lebih dari 150 tahun, anak-anak Indian AS diambil dari komunitasnya dan dipaksa masuk ke sekolah berasrama demi proses asimilasi.

Haaland menjelaskan, upaya pemerintah federal di masa lalu untuk menghapus identitas suku, bahasa dan budaya suku-suku Indian dilakukan melalui pemaksaan masuk asrama sekolah. Selama lebih dari seabad, kaum muda Indian berada dalam kecemasan. Dampaknya, terus muncul trauma, siklus kekerasan, pelecehan, kematian dini, masalah kesehatan mental dan penyalahgunaan zat kimia.

Berbagai laporan tindak kekerasan serta pelecehan terhadap siswa-siswi AS terus muncul dari tahun ke tahun. Namun, penelusuran terhadap kasus-kasus yang menimpa keluarga Indian itu tak jelas penyelesaiannya. Yang tersisa hanyalah berbagai kuburan anak Indian di sekitar sekolah-sekolah khusus tersebut.

Deb Haaland merupakan politisi Partai Demokrat AS yang mewakili wilayah New Mexico. Perempuan asli Indian ini juga merupakan anggota dari suku Laguna Pueblo, yang berlokasi di dekat kota Albuquerque, AS. Setelah Joe Biden naik ke tampuk kepresidenan, Haaland ditarik Biden untuk menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri AS. Ia merupakan warga asli Indian pertama yang menduduki posisi penting di kabinet. (AP News/reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *