Euro 2020

Euro 2020: Jerman vs Prancis, Pertemuan Kembali Dua Rival Lama

  • Whatsapp
Prancis dan Jerman akan bertemu pada Rabu (16/6) di Allianz Arena.

MUNCHEN-KEMPALAN: Juara Dunia Prancis akan menghadapi musuh bebuyutannya, Jerman, dalam laga di fase Grup Euro 2020, yang akan dimulai pukul 02.00 WIB dini hari pada Rabu (16/6) di Allianz Arena.

Menjelang bentrokan blockbuster itu, tim Kempalan telah merangkum kembali sejarah pertemuan, rekor head to head kedua pelatih, serta kondisi tim Prancis dan Jerman. Lantas tim mana yang akan lebih unggul malam nanti?

Sejarah Pertemuan Prancis dan Jerman

Prancis dan Jerman adalah salah satu rival tertua di sepak bola Eropa dan sejarah pertemuan mereka sudah dimulai dari sejak hari-hari ketika tim nasional Jerman dikenal sebagai Republik Weimar.

Kedua tim bertemu pertama kali pada tahun 1931 dan sejak itu telah memainkan total 31 pertandingan termasuk pertandingan persahabatan dan pertandingan turnamen besar resmi.

Prancis memiliki keunggulan statistik atas rival mereka, dengan memenangkan 14 pertandingan dibandingkan Jerman yang hanya memenangkan 10, sementara tujuh pertemuan sisanya berakhir imbang.

Les Blues juga tidak pernah kalah dari Die Mannschaft selama lebih dari enam tahun, dengan kekalahan terakhir mereka terjadi di Piala Dunia 2014, dimana Jerman meraih gelar juara saat itu.

Sejak saat itu Prancis tak pernah lagi kalah dari jerman dengan memenangkan tiga pertandingan dan tiga lainnya berakhir dengan hasil imbang.

Pertemuan terakhir mereka adalah di UEFA Nations League, dimana Prancis menang 2-1. Antoine Griezmann menjadi pencetak gol terbanyak dalam pertemuan Prancis melawan Jerman dengan empat gol, disusul Rudi Voller dan Gerd Muller yang masing-masing mencetak tiga gol.

Sementara untuk rekor di Euro, Jerman lebih unggul karena telah memenangkan Kejuaraan Eropa sebanyak tiga kali, sementara Prancis baru memenangkan dua kali sejauh ini.

Rekor Didier Deschamps vs Joachim Low

Baik Joachim Low dan Didier Deschamps telah mencatat nama mereka dalam sejarah sebagai pelatih pemenang Piala Dunia dalam beberapa dekade terakhir, tetapi kedua pelatih ini akan menatap jalan yang berbeda menjelang pertandingan pembuka Euro 2020 mereka.

Low berada di kompetisi terakhirnya sebagai manajer Jerman, sementara Deschamps terlihat ditakdirkan untuk memimpin generasi berikutnya hingga setidaknya Piala Dunia 2022 di Qatar.

Kedua pelatih telah bersaing selama tujuh kali dalam karir kepelatihan mereka, dengan Deschamps lebih unggul karena telah menang tiga kali, seri dua kali, dan kalah dua kali. Dua kekalahan Deschamps terjadi pada pertandingan persahabatan 2013 dan perempat final Piala Dunia 2014.

Namun, sejak itu tim Prancisnya tidak pernah kalah. Les Blues menyingkirkan Jerman di semifinal 2016 dan Nations League dan tidak terkalahkan dalam lima pertandingan melawan Jerman.

Kondisi Tim Prancis dan Jerman

Partisipasi Karim Benzema agak diragukan karena cedera yang dialami pada pertandingan uji coba. Namun, striker Real Madrid itu diperkirakan dapat tampil melawan Jerman setelah terlihat berlatih secara normal untuk persiapan pertandingan.

Kurt Zouma adalah satu-satunya masalah cedera yang dimiliki sang Juara Dunia 2018, sementara Griezmann dan Raphael Varane dikabarkan telah pulih dari cedera.

Di pihak Jerman, Jonas Hofmann dipastikan absen karena cedera lutut, sementara Leon Goretzka juga masih diragukan.

Prediksi Starting Nine

Prancis: Hugo Lloris, Benjamin Pavard, Raphael Varane, Presnel Kimpembe, Lucas Hernandez, N’Golo Kante, Paul Pogba, Adrien Rabiot, Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Karim Benzema.

Jerman: Manuel Neuer, Matthias Ginter, Matts Hummels, Antonio Rudiger, Joshua Kimmich, Toni Kroos, Ilkay Gundogan, Robin Gosens, Kai Havertz, Thomas Muller, Serge Gnabry.

Kesimpulan

Prancis jelas merupakan tim yang lebih unggul di atas kertas, terutama dengan trio penyerang mereka, Griezmann, Benzema, dan Mbappe, yang dilengkapi dengan gelandang kreatif Paul Pogba.

Namun, Jerman juga memiliki sejumlah talenta menarik dalam skuad mereka, di mana Thomas Muller, Serge Gnabry, dan Kai Havertz cukup memiliki kualitas untuk menyamai kekuatan trio Prancis. (RepublikWorld, Edwin Fatahuddin)

Berita Terkait