Kamis, 30 April 2026, pukul : 02:16 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah: Tiga Pasien Covid-19 Jatim Terinfeksi Mutasi B16172 Delta

SURABAYA-KEMPALAN: Sebanyak tiga pasien positif Covid-19 di Jawa Timur dinyatakan terinfeksi corona varian B16172 Delta. Mutasi jenis ini merupakan strain asal India.
Temuan itu diungkapkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Ia menyebut hal itu baru diketahuinya setelah mendapatkan laporan hasil penelitian whole genome sequencing yang dilakukan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

“Pagi tadi saya dapat informasi dari Pak Rektor, dari 24 whole genome sequencing, per pagi tadi sudah keluar tiga. Dari tiga ini terkonfirmasi ada mutasi B16172. Ini strain India,” kata Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai sidang paripurna di gedung DPRD Jatim, Senin (14/6).

Menurut Khofifah, dari tiga pasien yang terinfeksi varian B16172 itu, dua orang di antaranya adalah pasien yang dirawat di rumah sakit Surabaya. Sedangkan satu lainnya dirawat di Bojonegoro.

Khofifah mengaku telah melakukan koordinasi dengan rumah sakit terkait agar para pasien ini mendapat penanganan dan perawatan secara efektif.

“Dua dalam posisi dirawat di Surabaya, satu dirawat di Bojonegoro. Sudah langsung dikomunikasikan di RS Bojonegoro agar mendapatkan perawatan secara efektif,” katanya.

Khofifah juga menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan pelacakan dan tracing, terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien tersebut.

“Kemudian saya juga menugaskan koordinator tracing, dr. Kohar, untuk melakukan tracing terhadap yang sudah terkonfirmasi kontak erat. Jadi, kontak eratnya dengan siapa saja,” tegas gubernur perempuan pertama di Jatim ini.

Lebih lanjut, Khofifah juga masih menunggu hasil whole genome sequencing lain yang tengah diteliti oleh Unair, untuk menentukan langkah penanganan dan perawatan jika ditemukan kasus serupa lainnya.

“Jadi kami masih menunggu genome sequencing berikutnya, mudah-mudahan semua bisa terkoordinasikan dan termanage dengan baik,” ucapnya.

Mengenai tiga yang terkonfirmasi varian baru tersebut, Khofifah mengaku sudah minta agar dicek, apakah mungkin mereka terkonfirmasi kontak erat atau melalui Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke tanah air.

Namun ia memastikan, asal menggunakan pesawat internasional flight, berarti mereka landing di Juanda dan dalam koordinasi Danrem. Sehingga, insha Allah semua akan mendapat proses karantina di Asrama Haji. “Kalau di situ Insha Allah cukup aman, karena semua baru boleh dijemput setelah hasil swabnya negatif,” ungkapnya.

Yang jadi persoalan, lanjut Khofifah, saat ini banyak PMI dari Malaysia yang lewat laut dan darat, baru pakai domestic flight.

Misalnya dari Johor lewat Batam, kemudian menggunakan pesawat dari Batam ke Juanda. Sehingga, mereka tidak dalam koordinasi penanganan Tim Satgas Kepulangan PMI.

“Ini yang saya komunikasikan dengan BNPB, karena memang ada hal-hal yang dilakukan pengetatan di titik-titik dimana kepulangan mereka tidak semuanya menggunakan pesawat internasional flight,” pungkas Khofifah. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.