Teknologi Pertanian

Dapatkan Respon Baik dari DPR, Kementan Optimalkan Teknologi dan Mekanisasi Pertanian

  • Whatsapp
Ilustrasi dari mekanisasi pertanian di Indonesia.

JAKARTA-KEMPALAN: Indonesia adalah negara agraris, yang mana sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Negeri ini menyimpan berbagai sumber daya pangan yang dapat dikonversikan menjadi komoditas dengan nilai jual tinggi.

Dalam perkembangannya, teknologi masuk ke dalam sektor ini untuk mempermudah kinerja dari petani dan para pelaku usaha pertanian. Era yang serba dinamis, membuat para stakeholder bisnis mulai inklusif terhadap alat-alat teknologi baru.

Optimalisasi mengenai penggunaan teknologi, diejawantahkan oleh Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas dari para petani. Selain itu, skema mekanisasi pertanian juga menjadi salah satu fokus dari pihak Kementerian Pertanian dalam memaksimalkan sumber daya pangan yang ada.

Upaya dari Kementerian Pertanian dalam melakukan transformasi pertanian dengan menggunakan sistem teknologi dan mekanisasi pertanian, mendapatkan respon positif dari pihak DPR RI.

Julie Sutrisno sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Nasdem, menjelaskan bahwa modernisasi merupakan jawaban sekaligus pilihan yang paling tepat dala, meningkatkan produsi dan sistem ketahanan pangan nasional.

“Kami mendorong penguatan modernisasi produksi dari hulu ke hilir. Pemanfaatan teknologi harus terus dimaksimalkan agar pertanian kita semakin maju,” ujar Julie Sutrisno dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI, Rabu, (9/6).

Dalam forum tersebut, Julie memberikan respon positif terhadap mengingkatnya nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha petani (NTUP) pada rentang waktu bulan Mei tahun ini. Walaupun hal ini memiliki sinyal yang baik, namun dirinya berharap terkait kenaikan nilai tukar petani (NTP) dapat terjadi di sektor lain, seperti peternakan dan hortikukultura.

Dalam substansi pembahasan yang sama, Luluk Nur Hamidah sebagai Anggota Komisi IV dari Fraksi PKB, menyarankan kepada Kementerian Pertanian untuk menjalankan program kartu tani secara merata di berbagai daerah.

“Soal kartu tani, menurut saya ini program yang sangat bagus. Hanya saja banyak petani yang tidak tahu. Jadi ke depan saya berharap kartu tani semakin disosialisasikan,” imbuhnya.

Dalam forum rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian. Banyak anggota komisi IV yang kemudian sepakat dan mengafirmasi berbagai ide dan program dari Kementerian Pertanian, terkhusus terhadap transformasi teknologi di sektor pertanian itu sendiri. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait