OPINI

Teringat Jargon ‘Generasi Pelurus Bangsa’

  • Whatsapp
Presiden Joko Widodo bersama Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti di Istana Merdeka, Kamis (23/1/2020). Mulai muncul dukungan agar La Nyalla maju sebagai bakal Capres pada 2024.

Catatan: Prof Dr Sam Abede Pareno,MM,MH.

KEMPALAN: Kalangan milenial dan lainnya telah memunculkan nama La Nyalla sebagai bakal capres di 2024. Meskipun nama tersebut belum masuk bursa capres lembaga survei, namun dukungan terhadap La Nyalla tak dapat dianggap remeh.

Perjuangan sedang berlangsung, yaitu perjuangan untuk meluruskan konstitusi sekaligus juga untuk meluruskan hak-hak rakyat.

Adalah Gaetano Mosca (1858 – 1941) yang secara jelas menegaskan bahwa kelas masyarakat terdiri atas 2 kubu, yaitu kelas penguasa (ruling class) dan kelas yang dikuasai (ruled class). Kelas yang dikuasai itulah rakyat, yang hak-haknya sering diamputasi oleh the ruling class dengan berbagai alasan. Ketika masih menjadi rakyat, cita-citanya sederhana, yaitu cukup pangan, sandang, papan.

Namun, ketika menjadi penguasa, ambisinya adalah melestarikan kekuasaan dengan segala cara. Inilah fenomena yang sedang menonjol dalam praktik kekuasaan di Indonesia. Tentu juga di Barat sehingga sejarawan Lord Acton (1833-1902) mengungkapkan “Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely” (kekuasaan cenderung korup, kekuasaan yang absolut korup secara absolut).

Secara teoritis, Indonesia telah memasang rambu-rambu agar kekuasaan berjalan sesuai amanat penderitaan rakyat (kelas yang dikuasai), tetapi dalam praktiknya sering terjadi pelanggaran atas rambu-rambu tersebut.

Bahkan, semua sektor sudah menyalahgunakan kekuasaan, mulai eksekutif, legislatif, yudikatif, sampai sektor-sektor lainnya.
Kita harus tetap optimistis bahwa suasana akan berubah pada saatnya, entah kapan. Perubahan itu hanya bisa dilakukan oleh para pemuda. Bukan sebagai penerus bangsa, melainkan sebagai pelurus bangsa. Jargon ini pernah muncul di permukaan, tapi akhirnya tenggelam ditelan zaman.

Jargon tersebut patut disosialisasikan lagi. Bahwa kaum muda bukan penerus bangsa, bukan melanjutkan situasi yang sudah rusak ini, melainkan sebagai pelurus bangsa, meluruskan hal-hal bengkok yang menimpa bangsa kita. Insyaa Allah, bila jargon tersebut dipraktikkan, jalan bagi La Nyalla akan mulus sebagai bakal capres di 2024. Aamiin.

Surabaya, 7 Juni 2021.

Berita Terkait