Genosida Srebrenica

Sidang Mladic, PBB Akan Segera Jatuhi Hukuman

  • Whatsapp
Ratko Mladic, salah satu terdakwa kasus pembantaian Srebrenica.

DEN HAAG-KEMPALAN: Pengadilan PBB di Den Haag berencana menyampaikan putusan akhirnya pada 8 Juni 2021 usai banding yang diajukan oleh ‘Penjagal Bosnia’, Ratko Mladic atas pembantaian yang ia lakukan.

Pengadilan itu akan memutuskan hukuman usai Ratko Mladic melayangkan banding atas hukuman yang ia terima dari persidangan tahun 2017 yang memutuskan dirinya bersalah atas pembantaian, kejahatan kemanusiaan, dan kejahatan perang selama peperangan di Bosnia-Herzegovina pada tahun 1992-1995. Ia mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.

Tuduhan ini termasuk pembantaian di dan sekitar kota Bosnia timur, Srebrenica pada tahun 1995 yang menelan korban jiwa sebanyak 8.000 orang Muslim yang dibantai oleh pasukan etnis Serbia di Bosnia-Herzegovina.

Mladic diharapkan hadir dalam persidangan, sebelumnya ia marah dalam persidangan dengan mempermasalahkan Barat dan menuding hakim berbohong.

Sejumlah kerabat dari orang-orang yang dibantai di Srebrenica akan hadir di luar pengadilan, yang mana mereka sudah lama berkampanye untuk keadilan. Pembantaian Srebrenica dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan yang parah semenjak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Ratko sendiri selalu merasa dirinya tidak bersalah dan banding atas kasusnya terus ditunda karena ia sakit dan karena pandemi Covid-19.

Selain Mladic, Radovan Karadzic yang merupakan kolega dan pimpinan politiknya juga menghadapi permasalahan yang sama dan usai sidang 2016, ia mendapatkan hukuman 40 tahun penjara, pada tahun 2019, hukumannya diubah menjadi hukuman seumur hidup. Baik Mladic maupun Karadzic adalah dua individu terakhir yang disidang di Den Haag dalam perkara perang saudara itu, lainnya sudah mati sebelum selesai menjalani hukumannya. (RFE/RL, reza hikam)

Berita Terkait