Komunitas Tionghoa Surabaya

Selamat Jalan Lim Ching Hai Master Kungfu dan Sinshe

  • Whatsapp
Pelepasan jenazah master kungfu dan sinshe.

Surabaya-KEMPALAN: Selamat jalan master kungfu, maha guru barongsai maha sinshe dan aktor film laga lima jahanam (1972). Mendiang Lim Chin Hai meninggal dunia pada usia 80 tahun di saat warga Surabaya merayakan ulang tahun kota ke-728 Senin (31/5) dan dikremasikan di Jala Pralaya Juanda Sabtu (5/6).

Mendiang semasa hidupnya dikenal sebagai master sinshe yang hebat dalam pengobatan orthopedi seperti  keseleo, patah tulang, amsiong, dang miao menggunakan ramuan obat tradisional Tiongkok zhong yao bersifat sosial, pasien hanya mengganti beli obat saja. Kesaksian Ai Yue Tze salah satu pasien  yang merasakan kehebatannya saat ayahnya sakit keras di Bojonegoro dengan pengobatan jarak jauh (fajie) dengan perantara foto pasien dapat disembuhkan.

Ilmu sinshe pengobatan tradisional Tionghoa saat ini diwariskan kepada keponakannya Lim Kwang Ming. “Empek orang yang disiplin waktu jadwal praktik Senin hingga Jumat pukul 9.00-12.00 siang dan jam 13.00-16.00 sore. Prinsip delapan kebajikan pada sesama manusia diterapkan dengan membantu pasien yang ekonomi lemah. Mengobati dengan berdoa kepada Tuhan secara ketulusan hati merupakan kunci kesembuhan si pasien,” jelasnya.

Salah satu teman kecil mendiang saat berdomisili di Kapasari Surabaya, Cheng A Yang adalah saksi sejarah kehebatan pengobatan mendiang menjadi sinshe keluarga Cendana di era 1980-1990.                   Kilas singkat perjalanan hidup mendiang menurut salah satu teman kecilnya Ming Ong saat itu tinggal di Cantikan Tengah pada 1967-1970.

Beliau pernah jadi pegawai toko di pinggir kali Gembong (sekarang Pasar Atum) karena pintar kungfu dan pengobatan banyak memiliki teman. Beliau naik daun saat menantang jago jujitsu bernama Diam Sui bertarung di Gunung Kawi pada 1970 dan menang pertarungan sejak itulah banyak yang ingin belajar kungfu.

Lalu tahun 1972 menjadi bintang film laga  lima jahanam bersama almarhum Ratno Timoer. Nama Lim Chin Hai makin berkibar. Tahun 1975  beliau mendirikan perguruan LCH kungfu dan barongsai di Sidotopo Wetan.

Kesaksian duo murid senior Cong Dian dan Yong Dian, “Beliau adalah ching hai, guru yang rendah hati, hidup sederhana, pekerja keras, disiplin, jujur dan berpegang teguh etika moral kebajikan. Inilah prinsip hidup yang diajarkan kepada para muridnya. Saat itu tempat latihan kami bangunan non-permanen di tengah sawah yang berlumpur saat musim penghujan dan memakai lampu ublik saat malam hari namun banyak orang yang datang kesini untuk belajar kungfu.”

Silsilah keluarga Lim Ching Hai dari kakek The Poo An, anaknya The Sik Hwa Nio  menikah dengan Lim Bo Seng guru kundao aliran shandong Tiongkok mempunyai anak Lim Tjing Hay (papa) belajar kundao dan pengobatan belajar dari engkong Tee Poo An.

Lim Tjin Poo papanya Fredrik Lim Kwang Ming sejak lima bulan belajar turun-temurun belajar otodidak. Belajar jurus kungfu dari melihat dan mempraktikkan. Belajar barongsai lalu tertarik sejak kecil.                   Selamat jalan Lim Ching Hai master kungfu semoga hidup bahagia di surga bersama The Khang Hay sesama master kungfu dan Ratno Timoer master pencak silat. Cie ti, cie ti, po lo cie ti, po lo sen cie ti, bodhi sa po ho! (Acong Sunardi)

Berita Terkait