Insiden Ryanair

Ayah Roman Protasevic Tak Percaya Rekaman Anaknya

  • Whatsapp
Dmitry Protasevich dan istrinya Natalia (atas), orang tua jurnalis yang ditahan Roman Protasevich, menyerukan pembebasan putra mereka dan pacarnya Sofia Sapega, pada rapat umum di Warsawa Sabtu lalu. Putra mereka dan pacarnya ditangkap pada 23 Mei setelah Belarusia menerbangkan jet militer untuk mengalihkan pesawat Ryanair yang mereka tumpangi. (EPA-EFE)

MINSK-KEMPALAN: Keluarga dan kawan dari wartawan yang ditahan di Belarusia, Roman Protasevic, tidak mempercayai rekaman dimana Roman memberikan penghormatan kepada pemimpin otoriter Belarusia, Alexander Lukashenka.

Dalam rekaman yang merupakan bagian dari dokumenter sepanjang satu jam yang disiarkan pada Rabu (2/6) di kanal ONT, ia menyatakan dirinya terlibat dalam upaya mengambilalih kekuasaan di Belarusia dan dijebak oleh kolega yang tidak ia sebutkan.

Ia juga menyatakan, sia-sia melawan Lukashenka usai penghancuran keras yang dilakukan pemimpin Belarusia itu dan menyarankan oposisi untuk menunggu momen yang tepat.

Ayahnya, Dmitry Protasevic menyampaikan bahwa pengakuan yang disiarkan itu adalah hasil dari “kekerasan dan penyiksaan.”

“Saya sangat mengenal anak saya, dan ia tak akan pernah mengatakan hal semacam itu,” ujar Dmitry seperti yang dikutip Kempalan dari Euronews pada Jumat (4/6).

Pada hari Jumat juga, oposisi Belarusia, Svetlana Tsikhanouskaya menuding, wawancara yang disiarkan itu dilakukan di bawah tekanan.

“Semua rekaman sejenis ini dibuat di bawah tekanan. Kita tidak seharusnya memperhatikan perkataan itu, karena perkataan itu disampaikan setelah penyiksaan… Tujuan dari tahanan politik adalah bertahan hidup,” ujarnya ketika berkunjung ke Polandia.

Beberapa jam sebelum penyiaran rekaman itu, LSM HAM Viasna menyampaikan rekaman itu didapatkan usai ancaman dilontarkan.

“Semua yang akan dikatakan (Roman) Protasevic disampaikan setelah diancam, setidaknya secara psikologis, dan di bawah ancaman ketidakadilan, namun ia menghadapi tudingan yang sangat serius,” ujar direktur Viasna, Ales Beliatski. (Euronews, reza hikam)

Berita Terkait