Berita Hoaks

Sosial Media Banyak Sebarkan Konten Hoaks Vaksin Covid-19, Bagaimana Respons Kominfo?

  • Whatsapp
Ilustrasi teknologi digital dalam sektor pertanian

JAKARTA-KEMPALAN: Di dunia yang serba digital seperti sekarang, sosial media menjadi medium untuk berinteraksi, bersosialisasi, hingga mendapatkan berbagai informasi terkini. Sosial media seakan mendistorsi sekat-sekat yang dahulu menghambat manusia untuk berinteraksi.

Dampak positif dari sosial media tentu sangat banyak, seperti membantu manusia dalam berkomunikasi, mempermudah mendapatkan informasi, hingga mengasah skill atau mendapatkan knowledge di sektor usaha, edukasi, hingga politik.

Jika ditilik secara holistik, sosial media tidak hanya memberikan dampak dan manfaat positif bagi manusia. Sosial media juga menawarkan dampak-dampak negatif yang tentu sangat merugikan bagi manusia. Salah satu contoh yang acap kali naik ke permukaan adalah fenomena hoaks.

Hoaks atau hoax secara harfiah adalah informasi yang tidak secara nyata terjadi dan diberitakan seolah-olah informasi tersebut benar adanya. Fenomena ini terkadang membuat para pengguna sosial media mempercayai informasi tersebut.

Kabar hoaks yang berkembang secara pesat baru-baru ini, yaitu informasi keliru mengenai vaksin Covid-19. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melaporkan bahwa ada sebanyak 1.538 informasi hoaks mengenai vaksin Covid-19 di beberapa sosial media.

Sosial media Facebook, menjadi platform digital yang memiliki edaran informasi mengenai kabar hoaks. Dimana Facebook memproduksi kabar hoaks mencatatkan angka 1.391 mengenai kabar burung tentang vaksin Covid-19.

Di urutan kedua ada sosial media yang didirikan Jack Dorsey, yaitu Twitter. Dimana Kementerian Kominfo mencatatkan ada sekitar 82 informasi hoaks mengenai vaksin Covid-19. Lalu disusul oleh media penayangan video, seperti Youtube dan TikTok yang juga ternyata menyediakan konten-konten hoaks. Tercatat ada 41 hoaks di media Youtube dan 15 di media TikTok.

Menyikapi hal ini, Kementerian Kominfo secara tegas melakukan penurunan atau takedown terhadap konten-konten hoaks perihal vaksin Covid-19. Kominfo secara tegas akan menjaga iklim sosial media yang bersih dari informasi hoaks seperti ini. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait