Gugatan Google

Persulit Temukan Pengaturan Privasi, Google Digugat Jaksa Agung

  • Whatsapp
Ilustrasi kantor Google

JAKARTA-KEMPALAN: Google merupakan perusahaan multinasional asal Amerika Serikat yang menjadi korporasi digital terbesar di dunia. Perusahaan yang didirikan oleh Larry Page dan Sergey Page ini, secara gamblang meliputi teknologi pencarian, komputasi web, perangkat lunak, dan periklanan daring.

Namun baru-baru ini kabar yang menggemparkan, dimana perusahaan Google dituntut oleh Jaksa Agung Negara bagian Arizona. Perusahaan Google dituntut karena dianggap mempersulit para pengguna smartphone dalam menemukan pengaturan privasi.

Diketahui bahwa perusahaan Google mempersulit pengguna smarthpne untuk merahasiakan informasi lokasi dari para pengguna tersebut. Namun Google menepis gugatan tersebut, yang mana Google menilai bahwa jaksa agung dan para kompetitor menyalah artikan layanan dari Google itu sendiri.

Perusahaan Google memang secara pasti mengumpulkan data lokasi, bahkan setelah pengguna menonaktifkan berbagai lokasi tersebut. Tidak hanya itu, yang membuat para pengguna kesal, setelan privasi juga sulit ditemukan di fitur dalam smartphone.

Mark Brnovich selaku Jaksa Agung Wilayah Arizona, melakukan pengajuan guguatan terhadap perusahaan asal Amerika Serikat ini bulan Mei lalu. Mark Brnovich menilai bahwa Google melakukan pelacakan lokasi pengguna Android secara illegal, dalam artian tanpa ada persetujuan.

“Kami selalu memasukkan fitur privasi ke dalam produk kami dan memberikan kontrol yang kuat untuk data lokasi. Kami berharap dapat meluruskan pemahaman itu semua,” ujar Jose Castaneda selaku Juru bicara Google.

Dalam hal ini, Jose Castaneda selaku Juru bicara Google mengatakan dalam email kepada The Verge bahwa Brnovich dan para pesaing Google mendorong gugatan ini dan telah berusaha keras untuk salah mengartikan layanan mereka. (Rafi Aufa Mawardi)

Berita Terkait