Konflik Jammu-Kashmir

Pakistan: India Tiru Model Pencaplokan Israel

  • Whatsapp
Peta sengketa wilayah Jammu-Kashmir, ungu adalah wilayah di bawah administrasi India dengan seluruh wilayah yang di klaim, hijau adalah wilayah Pakistan dan kuning adalah wilayah yang di klaim oleh China. (Wikipedia)

ISLAMABAD-KEMPALAN: Ketua komite parlemen Pakistan di Kashmir menuduh India pada hari Kamis (27/5) meniru model pendudukan Israel di Jammu dan Kashmir yang dikelola India.

Shehryar Khan Afridi, berbicara di sebuah seminar di ibu kota Islamabad, mengatakan dunia harus menghadapi kekejaman India di lembah yang diduduki.

Pada tanggal tersebut, India menghapus status khusus Kashmir. Dia mengklaim bahwa orang India non-lokal diberi peluang pariwisata dan lahan hutan disewakan kepada mereka, tetapi orang Kashmir dijauhkan.

Melansir dari Anadolu Agency, Afridi mengatakan kolonialisme permukiman Israel diduplikasi di Jammu dan Kashmir sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi PBB.

“Sebelum 5 Agustus 2019, rezim India telah mengirim polisi tertinggi dan birokrat sipil yang ditempatkan di Jammu dan Kashmir ke Israel untuk belajar, pelatihan dan kemudian membawa [mereka] kembali untuk meniru model Israel di Jammu dan Kashmir,” kata Afridi. .

“Di antara mereka termasuk petugas polisi terkenal, Imtiaz Hussain, yang disalahkan karena membunuh 200 Muslim Kashmir. Imtiaz Hussain dikirim ke Israel untuk memahami sistem keamanan Israel sebelum 5 Agustus 2019, dan sekembalinya, dia ditempatkan sebagai petugas keamanan di- tuduhan di Srinagar untuk menekan protes di Jammu dan Kashmir, “tambahnya.

“Sudah diterbitkan 4.000.000 surat keterangan domisili baru,” ujarnya. “500.000 di antaranya telah diberikan kepada orang-orang dari daratan India yang belum pernah mengunjungi Kashmir.”

“India secara ekonomi mencekik warga Kashmir dan merampas warga Kashmir sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap resolusi PBB,” tambahnya.

Presiden Jammu dan Kashmir yang dikelola Pakistan, Masood Khan, Duta Besar Turki Ihsan Mustafa Yurdakul, Duta Besar Palestina Ahmad Rabaie dan Duta Besar Azerbaijan Ali Fikrat Oglu Alizada, dan pejabat pemerintah Pakistan juga berbicara pada kesempatan tersebut. (Anadolu Agency, Abdul Manaf Farid)

Berita Terkait