Krisis Politik Belarusia

Respon Uni Eropa, Belarusia: Pelanggaran terhadap Kedaulatan Negara Anggota PBB

  • Whatsapp
Valentin Rybakov, Ketua Misi Permanen Belarusia di PBB.

MINSK-KEMPALAN: Misi Permanen Belarusia ke Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirimkan catatan protes kepada enam anggota Dewan Keamanan PBB – Estonia, Prancis, Irlandia, Norwegia, Inggris Raya, dan Amerika Serikat – serta Belgia dan Jerman atas pernyataan mereka mengenai pendaratan darurat Ryanair di Minsk, ujar Valentin Rybakov, kepala misi itu, kepada Sputnik pada Kamis (27/5).

Dalam catatan protes, misi tersebut menyatakan, keluarnya pendapat dan penilaian apa pun tentang insiden tersebut sebelum penyelidikan yang sesuai dilakukan dan hasilnya diselesaikan adalah pelanggaran terhadap kedaulatan negara anggota PBB.

“Kami telah bereaksi terhadap hal itu. Kami belum diundang [ke konsultasi tertutup] tapi tahu hasilnya. Kami mengetahui tentang pernyataan yang dibuat oleh perwakilan dari delapan negara setelah berakhirnya pertemuan tertutup Dewan Keamanan PBB ini,” kata Rybakov.

“Kami telah mengirimkan catatan protes serupa ke delapan negara yang telah membuat pernyataan ini. Dalam catatan ini kami tegaskan bahwa menyuarakan pendapat dan evaluasi tentang kejadian ini sebelum penyelidikan terkait dilakukan dan hasil yang relevan diumumkan, adalah pelanggaran terang-terangan yang dilakukan oleh negara-negara anggota PBB,” tambah diplomat itu.

Sementara itu, Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) mengatakan dalam pertemuan mendesak bahwa menetapkan fakta pengalihan pesawat Ryanair di Belarus adalah yang paling penting.

“Pada pertemuan khusus yang (telah) diadakan, Badan Pengurus ICAO menggarisbawahi pentingnya menetapkan fakta tentang apa yang terjadi, dan memahami apakah telah terjadi pelanggaran hukum penerbangan internasional oleh Negara Anggota ICAO, termasuk Konvensi Penerbangan Sipil Internasional (Konvensi Chicago) dan Lampirannya,” tutur Dewan ICAO dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan pada hari Kamis. (Sputnik, reza hikam)

Berita Terkait