Kampus Surabaya

LSP Narotama Tetap Gelar Uji Kompetensi di Masa Pandemi

  • Whatsapp

SURABAYA – KEMPALAN : Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Narotama tetap melaksanakan uji kompetensi meski pandemi Covid-19. Hal ini untuk memastikan agar lulusan punya sertifikat yang diakui di dunia kerja.
Manajer Sertifikasi LSP Universitas Narotama, Varia Virdania Virdaus, mengatakan kampus mewajibkan setiap mahasiswa yang akan lulus untuk mengantongi sertifikat kompetensi sebagai pendamping ijazah kelulusan. Dengan adanya sertifikat ini, lulusan Universitas Narotama akan memiliki kualitas yang tidak diragukan lagi dalam dunia kerja.
“Uji kompetensi ini sesuai dengan bidang masing-masing mahasiswa, mereka memilih berdasarkan kompetensi yang mereka miliki agar diakui kompeten oleh dunia luar, sehingga bisa menjadi jalan mudah bagi mereka untuk menginjak dunia kerja,” tuturnya, Rabu (26/5).


Saat ini LSP Narotama memiliki 25 skema sertifikasi. Dari 25 skema sertifikasi, mahasiswa boleh memilih yang sesuai dengan bidang keahlian mereka. “Skema-skema tersebut juga telah disesuaikan dengan beberapa mata kuliah pada tiap program studi, sehingga lebih memberikan kemudahan untuk mahasiswa dalam memilih,” katanya.
Dari uji sertifikasi kompetensi yang mereka, hanya mahasiswa yang dinyatakan kompeten yang akan diberikan sertifikat berlogo garuda dari Badan Nasional Standar Pendidikan (BNSP). Untuk skema sertifikasi yang paling diminati, tidak ada yang bisa dibilang sangat menonjol. Rata-rata semua sama sesuai bidang yang mereka ambil atau yang diminati.
“Hanya saja mungkin lebih banyak peminat bidang ekonomi dan komputer karena berkaitan dengan jumlah mahasiswa 2 fakultas tersebut yang memang lebih banyak dibandingkan fakultas lain,” lanjut Varia.
Varia menambahkan uji kompetensi tetap mengikuti panduan pelaksanaan yang dikeluarkan Satgas Covid19 universitas. Sebelum adanya pandemi, dalam sehari LSP Narotama bisa melakukan uji dengan jumlah peserta hingga 40-50 orang, namun sekarang dibatasi dalam sehari hanya bisa melakukan uji kompetensi untuk 20-30 orang peserta saja.
“Kita berusaha mematuhi protokol kesehatan yang juga dipantau langsung oleh Satgas Covid-19 Universitas Narotama bahwa dilakukan pembatasan jumlah peserta agar tetap terjaga prosedur dalam protokol kesehatan,” ungkapnya.
Selanjutnya, LSP Narotama memiliki target untuk menambah jumlah skema sertifikasi untuk mahasiswa. “Target ke depan adalah menambah skema sertifikasi agar mahasiswa lebih memiliki banyak pilihan dan tidak dibatasi pada 25 skema itu saja,” tutupnya. [Nani Mashita]

Berita Terkait