ANKARA-KEMPALAN: Direktur Jenderal Anadolu Agency Serdar Karagöz mengatakan, kantor beritanya akan membentuk unit pengawasan Islamofobia untuk seluruh pelanggannya dalam periode mendatang. Ia menambahkan, badannya akan menggunakan tim khusus yang memasukkan orang dari seluruh dunia.
“Jangkauan internasional Anadolu Agency akan diperkuat di periode baru, dan masalah utama kami yang paling penting adalah memerangi Islamofobia,” ujarnya pada Simposium Internasional tentang Media dan Islamofobia pada Selasa (25/5) seperti yang dikutip Kempalan dari Daily Sabah.
“Unit pengawasan Islamofobia kami akan memiliki paket berita terkait Islamofobia yang akan kami layani di seluruh dunia,” katanya, seraya menambahkan bahwa hal ini dapat memengaruhi mereka yang ingin melawan hegemoni Barat di tingkat global. Ia juga menambahkan, Islamofobia adalah “titik lemah” dari hegemoni Barat.
“Memerangi Islamofobia tidak hanya untuk membela hak-hak kelompok yang terpinggirkan karena keyakinan agama mereka, tetapi untuk membuat keberatan yang paling dibenarkan, sah dan terkuat terhadap tatanan global,” tambah direktur Anadolu Agency itu.
Ia mengutarakan, Islamofobia bukanlah hal baru dan situasi semacam itu diproduksi oleh elit penguasa di Barat semenjak pembentukan hegemoni Barat yang menjadi landasan untuk kebijakan keamanan dari Barat.
“Di balik semua kebijakan keamanan, ada dasar di mana Islamofobia mendekati fiksi di media Barat,” kata Karagöz, menambahkan bahwa mereka “membawa peradaban kepada orang-orang ini, yang perlu dijinakkan.”
Dia menyoroti bahwa perempuan adalah korban terbesar Islamofobia baik di Barat maupun di berbagai belahan dunia melalui simbol berupa jilbab. Ia juga menambahkan bahwa penyangkalan terhadap jilbab juga dilakukan melalui perempuan yang mana gerakan feminis atau gerakan keperempuanan tidak pernah mendukung wanita yang menghadapi Islamofobia.
Ia juga menyatakan, Turki di bagian terdepan menghadapi Islamofobia melalui badan penyiar internasionalnya seperti Anadolu Agency, TRT World, dan Daily Sabah. Adapun Pakistan dan Malaysia juga akan bergabung dalam upaya melawan Islamofobia.
“Karena hegemoni tidak hanya mencakup persepsi Muslim tetapi hampir semua orang di dunia, kami ingin menunjukkan perlawanan terhadapnya. Islamofobia adalah titik perlawanan yang signifikan dalam pengertian ini,” katanya. (Daily Sabah, reza hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi