PASURUAN-KEMPALAN: Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi (Infokom) Kota Pasuruan, Kokoh Arie Hidayat, menegaskan pihaknya sedang berupaya meningkatkan skor indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Dari data website spbe.go.id milik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), ternyata skor indeks SPBE kota Pasuruan tahun 2019 hanya 2,31. Skor ini masuk dalam kategori daerah terendah se-Jawa Timur.
”Saat ini kami sedang fokus untuk mengidentifikasi indikator-indikator yang lemah dan perlu dibenahi dalam penilaian mandiri tersebut agar skor indeks SPBE dapat meningkatkan sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pak Wali dan pak Wawali,” jelas Kokoh Arie saat dihubungi lewat telepon, Kamis (20/5).
Menurutnya, setelah diketahui indikator yang perlu diperbaiki, maka baru akan disusun langkah-langkah kerja (roadmap) menaikkan SPBE tersebut. SPBE merupakan penilaian pada Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik (Good Governance) untuk lembaga pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah. Semakin tinggi skor SPBE, maka lembaga pemerintahan atau pemerintah daerah terkait akan dinilai kian baik pengelolaannya.
Sistem berbasis elektronik ini diinisiasi KemenPAN-RB dan sangat erat kaitannya pada pengelolaan berdasar pemerintahan yang bersih, akuntabel dan tranparan. SPBE menjadi kewajiban setiap pemerintahan daerah berdasar aturan Perpres No 95/2018. Perpres ini berisi 3 domain dan 7 aspek untuk menentukan skor indeks SPBE tersebut.
Pada berbagai kesempatan, baik Walikota Gus Ipul maupun Wakil Walikota Adi Wibowo, bertekad menaikkan skor Indeks SPBE. Bahkan ketika presentasi mengenai target-target yang akan dicapai selama 4 tahun ke depan, menaikkan skor SPBE menjadi salah satu program kerja mereka. (roslinormansyah)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi