Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 00:57 WIB
Surabaya
--°C

Museum Layang-Layang Istanbul, Berisikan 3.000 Koleksi

ANKARA-KEMPALAN: Museum layang-layang pertama dan satu-satunya di Turki, terletak di Istanbul, membawa pengunjung dalam perjalanan sejarah layang-layang indah berusia 2.500 tahun serta menawarkan pengalaman unik dari mainan warna-warni ini.

Sejak 1977, 18 Mei diperingati sebagai Hari Museum Internasional. Hari itu menimbulkan kesadaran bahwa “museum adalah sarana penting untuk pertukaran budaya, pengayaan budaya dan pengembangan pemikiran saling pengertian, kerja sama dan perdamaian di antara masyarakat,” menurut Dewan Museum Internasional.

Didirikan oleh Mehmet Naci Aköz, Presiden Asosiasi Penerbang Layang-layang Istanbul, museum ini adalah salah satu dari 18 museum layang-layang di seluruh dunia. Sementara Kanada, Cina, Malaysia, India, Amerika Serikat, dan Inggris termasuk di antara negara-negara yang memiliki museum layang-layang, Jepang menampung lima di antaranya.

Aköz memiliki minat yang besar pada layang-layang sejak masa kecilnya, ia mengikuti hasratnya pada mainan terbang ini dan mendirikan museum pada tahun 2005 dengan koleksi pribadinya. Aköz menjelaskan, layang-layang selalu memberinya kegembiraan, kebahagiaan dan harapan.

Kecintaannya pada layang-layang membuatnya menyelenggarakan kompetisi layang-layang pertama di Turki, dan dia juga memberikan ceramah tentang layang-layang di sekolah menengah dan perguruan tinggi, juga tentang layang-layang terbang di banyak negara di seluruh dunia dari Amerika hingga Asia.

“Museum kami adalah museum (yang) hidup,” kata Aköz seraya menambahkan, museum ini menyimpan koleksi yang sangat indah dan menarik sebanyak 3.000 buah yang dikumpulkan dari enam benua dan 39 negara. Koleksinya, yang dimulai pada 1986, meliputi layang-layang, publikasi, bahan dan berbagai benda, dan terus bertambah dari tahun ke tahun.

Selain menikmati koleksi luar biasa ini, pengunjung juga dapat membuat dan menerbangkan layang-layang sendiri di museum. Apalagi ada pemandu yang memberikan informasi tentang sejarah layang-layang melalui berbagai visual dan video.

Perpusatakaan Layang-Layang

Museum ini juga memiliki struktur yang mirip dengan pusat budaya layang-layang dan menampung sekolah layang-layang di mana 200 siswa dapat secara bersamaan membuat layang-layang mereka di bengkel, dan perpustakaan layang-layang internasional, yang pertama dari jenisnya secara global, menurut Aköz.

Ia mencatat, pengunjung dari segala usia datang ke museum mereka dan memberikan tanggapan yang sangat positif, Aköz mengatakan bahwa dia ingin memindahkan museum, yang saat ini berkapasitas 200 orang, ke tempat yang jauh lebih besar untuk memajang koleksi layang-layang dengan lebih mudah dan menjadi tuan rumah yang lebih banyak orang pada saat yang sama.

Dia mengatakan putrinya akan terus mengoperasikan museum itu menggantikannya. “Saya berharap putri kecil saya, yang menghabiskan masa kecil dan masa mudanya dengan layang-layang, dapat melanjutkan museum. Setelah lulus dari universitas, dia mulai bekerja sebagai direktur museum,” tambahnya.

Museum ini melanjutkan aktivitasnya dalam kerangka Inisiatif Museum Ramah Anak yang diluncurkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata pada tahun 2008 dan proyek Pendidikan dengan Museum, yang telah dilakukan oleh Direktorat Pendidikan Nasional Istanbul sejak 2011. (Daily Sabah, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.