Minggu, 19 April 2026, pukul : 15:01 WIB
Surabaya
--°C

Korban Pejuang Palestina Dekati Angka 200, PBB Masih Buntu

YERUSALEM-KEMPALAN: Militer Israel melancarkan serangan baru di Jalur Gaza pada Senin (17/5) pagi, hanya beberapa jam setelah pengurus sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan akhir dari permusuhan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Pengeboman Israel di Gaza memasuki hari kedelapan berturut-turut setelah penggerebekan pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina, melukai puluhan lainnya dan meratakan setidaknya dua bangunan tempat tinggal.

Rumah kepala Hamas Gaza, Yehya al-Sinwar, juga menjadi sasaran, menurut media kelompok itu.

Melansir dari Al Jazeera, pengeboman udara Israel pada Senin “lebih berat, di wilayah yang lebih luas dan berlangsung lebih lama” daripada serangan pada hari Minggu di mana 42 orang Palestina tewas.

Tarif Akram, koresponden AP di Gaza mengatakan ledakan “mengguncang kota” dari utara ke selatan.

Koresponden Al Jazeera Safwat al-Kahlout mengatakan hampir tidak ada “satu jam perdamaian” dan drone Israel “melayang di atas kepala, mengendalikan langit”.

Jet tempur Israel melakukan setidaknya 55 serangan udara di Gaza pada Senin pagi, Safwat al-Kahlout dari Al Jazeera melaporkan.

Al-Kahlout mengatakan target itu termasuk beberapa pangkalan militer dan keamanan di wilayah Palestina, serta beberapa tanah kosong di timur Kota Gaza.

Sebuah gedung berlantai empat juga dibom di pusat Kota Gaza, tetapi laporan awal menunjukkan bahwa gedung itu dievakuasi sebelum serangan itu.

“Api semakin intensif di pangkalan militer, pangkalan keamanan, kamp pelatihan yang kosong dan dievakuasi milik kelompok pejuang Palestina,” katanya.

Belum jelas apakah ada korban yang dilaporkan.

Hingga Senin (17/5) pagi, sedikitnya 192 orang, termasuk 58 anak-anak dan 34 wanita, telah tewas di Jalur Gaza sejak kekerasan terbaru dimulai sepekan lalu.

Israel telah melaporkan 10 orang tewas, termasuk dua anak.

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa bertemu pada Minggu (16/5) untuk membahas kekerasan tetapi gagal untuk menyetujui pernyataan bersama. (Al Jazeera/AP, Belva Dzaky Aulia)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.