JAKARTA-KEMPALAN: Pandemi Covid-19 masih bergulir dan belum memperlihatkan tanda-tanda berakhir. Walaupun proses vaksinasi sudah mulai berjalan pada awal tahun 2021 ini, namun belum dapat dijadikan indikator bahwa virus Corona telah usai.
Pandemi yang telah berlansung di Indonesia selama lebih dari satu tahun ini, memaksa masyarakat harus beradaptasi dengan keadaan. Pemerintah terus menarasikan dan menginformasikan himbauan untuk menaatai protokoler kesehatan.
Bahkan, pemerintah seakan telah membuka beberapa sektor industri dalam rangka menggenjot perekonomian. Hal ini juga masih selaras dengan proses vaksinasi yang secara masif digiatkan oleh pemerintah Indonesia.
Di bulan suci Ramadhan tahun ini, hampir serupa dengan keadaan pada bulan yang sama pada tahun 2020 lalu. Dimana hari yang ditunggu umat muslim seantero dunia ini, masih dihinggapi dengan pandemi Covid-19. Yang sedikit berbeda, pada tahun 2021 ini, ada kelonggaran yang tidak banyak dalam rangka mobilitas dari masyarakatnya.
Akan tetapi hal ini, diberbanging lurus dengan kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah terkait mudik 2021. Pemerintah secara kontesktual dan tegas memberlakukan kebijakan larangan mudik selama tanggal 6-17 Mei 2021. Selain itu, pemerintah juga memperketat syarat berpergian sebelum dan sesudah larangan mudik ini.
Regulasi larangan mudik Lebaran 2021 diatur dalam Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 dari Satgas Penanganan Covid-19 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah dan Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 Selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.
Sementara pengetatan bepergian itu tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021. Pengetatan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) 2 pekan sebelum dan sepekan setelah masa peniadaan mudik, yakni 22 April-5 Mei 2021 dan 18-24 Mei 2021.
Melihat hal ini, Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta mencanangkan bahwa hari raya Idul Fitri adalah momentum di tengah pandemi Covid-19 untuk memanfaatkan teknologi dalam bersilaturrahmi. Anies Baswedan mengutarakan agar masyarakat menahan diri dalam melakukan silaturrahmi secara tatap muka.
“Perayaan Idul Fitri kali ini diharapkan kita semua tetap bersilaturahmi tapi memanfaatkan teknologi, mengurangi interaksi langsung yang bersentuhan,” tutur Anies Baswedan dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, pada Kamis (13/5).
Anies memahami bahwa momentum hari raya Idul Fitri sangat inheren dengan berkumpul bersama sanak saudaran dan keluarga. Namun, dalam situasi dan kondisi pandemi yang masih masif, hal tersebut sulit dilakukan. Maka teknologi dapat digunakan sebagai media dalam menyalurkan rasa rindu dengan keluarga.
“Kita masih dihadapkan pada situasi untuk menjaga diri, menjaga diri dari mobilitas demi untuk melindungi orang-orang yang kita sayangi dari keterpaparan Covid-19,” ucapnya.
Pada akhir video, Anies Baswedan mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah dan mohon maaf lahir dan batin. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi