Minggu, 19 April 2026, pukul : 15:24 WIB
Surabaya
--°C

Dua Pendaki Tewas di Gunung Everest

KATHMANDU-KEMPALAN: Dua pendaki dari Amerika Serikat dan Swiss tewas di Gunung Everest, korban jiwa pertama di tahun ini, kata penyelenggara ekspedisi di Nepal pada Kamis (13/5).

Rata-rata, sekitar lima pendaki meninggal setiap tahun di puncak tertinggi dunia itu.

Namun dalam beberapa musim terakhir, Everest mengalami lonjakan jumlah pendaki, yang menyebabkan kepadatan berlebihan dan disalahkan jadi penyebab atas banyaknya kematian.

Melansir dari Channelnewsasia, “Dua pendaki meninggal pada Rabu,” kata Mingma Sherpa dari Seven Summit Treks kepada AFP.

Pendaki Swiss Abdul Waraich, 40, meninggal di dekat puncak setelah mencapai puncak dan menderita kelelahan, kata Chhang Dawa Sherpa dari organisasi yang sama.

“Kami mengirim dua Sherpa tambahan dengan oksigen dan makanan, sayangnya Sherpa tidak bisa menyelamatkannya,” katanya di Instagram.

Sementara itu, Petenis Amerika Puwei Liu, 55, mencapai Hillary Step tetapi dibantu mundur setelah dia menderita kebutaan dan kelelahan akibat salju, kata penyelenggara.

Dia bisa mencapai Camp 4, “sebelum dia tiba-tiba meninggal” pada Rabu malam, kata Chhang Dawa Sherpa.

Sebelas orang tewas saat mendaki puncak tertinggi dunia pada tahun 2019, dengan empat kematian dituding karena kepadatan pendakian.

Nepal telah mengeluarkan 408 izin pendakian musim ini, melampaui rekor sebelumnya yaitu 381 pada 2019.

Kota tenda yang menampung lebih dari 1.000 pendaki asing dan staf pendukung telah dibangun di kaki Everest dan hotel-hotel di sepanjang perjalanan kembali beroperasi.

Cuaca yang lebih hangat yang mengantarkan kondisi yang lebih aman untuk mendaki puncak Nepal yang berbahaya dan tertutup salju bertepatan dengan gelombang kedua infeksi COVID-19 yang mematikan .

Dalam beberapa pekan terakhir, lebih dari 30 pendaki yang sakit telah dievakuasi dari base camp meski hanya tiga yang dipastikan mengidap virus corona. (Channelnewsasia, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.