Selasa, 14 April 2026, pukul : 18:48 WIB
Surabaya
--°C

Laskar Sasak Santuni 1.000 Anak Yatim Piatu

LOMBOK TENGAH – KEMPALAN : Laskar Sasak membagikan sedikitnya 1.500 paket yang diserahkan kepada 1.000 anak yatim piatu, anak terlantar dan sisanya untuk kaum dhuafa. Kegiatan ini untuk mendengungkan keberlangsungan program Lombok Mercusuar.
Proses penyerahan paket bantuan sosial ini dipusatkan di kediaman Kedatuan Siledendeng, H. Lalu Putria, Minggu sore (9/5) dengan protokol kesehatan yang ketat.


Ketua Laskar Sasak, Lalu Taharuddin mengatakan pemberian santunan ini dilakukan secara simbolis dan diterima langsung oleh Kades se- Kecamatan Pujut beserta sejumlah anak yatim piatu. Selanjutnya secara teknis santunan akan diantar ke masing masing desa agar tidak memberatkan dan Kades yang membagikan.
“Sementara itu untuk wilayah Kabupaten dan kota se-Pulau Lombok, proses distribusi santunan akan dilakukan secara langsung oleh anggota Laskar Sasak ke masing-masing wilayah,” katanya dalam siaran pers yang diterima redaksi Kempalan.com.


Dalam acara tersebut, Laskar Sasak bekerjasama dengan sejumlah pihak diantaranya BUMN bidang konstruksi yaitu Nindya Karya. Acara tersebut secara khusus juga dihadiri oleh Kabinda NTB, Wahyudi Adisiswanto, Ketua Yayasan RSI, pejabat setempat dan serta Kades se- Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.
Dalam sambutannya, Kabinda NTB, Ir Wahyudi AS yang juga pembina Laskar Sasak mengatakan sangat terharu dengan upaya yang telah dilakukan oleh Laskar Sasak, sudah lama mengumpulkan dana untuk santunan 1.000 paket untuk anak yatim.


“Aksi kepedulian sosial yang dilakukan sejumlah pihak dan dimotori Laskar Sasak ini mesti bisa dicontoh oleh berbagai pihak dalam upaya membangun kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Wahyudi.
Dalam acara santunan kali ada beberapa donatur yang berpartisipasi antara lain Sekretaris utama BIN, Komjen Bambang SW SH Mhum, PT Nindya Karya, PT PLN, Dinas Pajak dan Bank Indonesia.

Laskar Sasak Tawarkan Adat sebagai Resolusi Berbagai Persoalan Bangsa


Penyerahan bantuan ini juga dijadikan silaturahim para tokoh agama, tokoh budaya dan tokoh masyarakat dalam rangka konsolidasi program Lombok Mercusuar. Silaturahim Lombok Mercusuar yang dipandu Sekjen Laskar Sasak berlangsung penuh kekeluargaan, menyarankan kearifan adat sebagai solusi persoalan bangsa.
Dalam lontar Sasak adat pendita telu yang disebut trilogi adat. Kabinda NTB, Wahyudi AS menjelaskan trilogi itu yaitu tatakrama hubungan manusia dengan Tuhan. Yang kedua tatakrama hubungan manusia dengan manusia dan ketiga adalah hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.
Hal ini diterima oleh semua agama bahkan di semua suku meskipun dengan syariat yang berbeda-beda. Sedangkan adat Sasak sendiri pada dasarnya adalah Syariat Islam yang sudah ada jauh sebelum kerajaan Majapahit. Terbukti adanya penyebaran oleh Syeikh Rukunuddin dari Sumatera sekitat abad 7 M.
“InsyaAllah trilogi adat ini bisa menjadi salah satu resolusi khususnya persoalan radikalisme dan sparatisme yang mengancam bangsa serta negara Indonesia,” kata Kabinda NTB.

Lalu Imam Hambali yang juga Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam menekankan jati diri Sasak harus tetap dipertahankan dan mulai dari pendidikan keluarga dan generasi muda. “Tidak ada kata terlambat dan kita mulai dari Keluarga,” tegasnya.
Tokoh Sasak, Ir H. Lalu Anas Amrullah juga melihat potensi generasi muda dan generasi milenial harus dicari pola komunikasi yang tepat untuk mengkokohkan budaya. “Generasi sekarang beda dengan yang dulu sehingga komunikasi yang tepat penting,” tegasnya.
Budayawan Sasak Dr Masnun Hambali melihat ucapan yang berkonseksensi hukum dan perbuatan yang berkonsekwensi peraturan. Ke depan perlu konvensi menjadi bagian penting untuk dikomunikasikan dengan berbagai pihak sambil mencontohkan kasus yang ditanganinya beberapa waktu lalu.
Dari YBM PLN, Habib Lutfi Sufi al Idrus juga melihat perkembangan politik, ekononomi, sosial yang beda sekarang dan peran generasi muda penting untuk mengawal eksistensi dan jati diri bangsa.
Dari tokoh agama TGH M Ibrahim mengatakan tokoh agama telah mempersiapkan mental sudah sejak dini. “Tokoh agama menyiapkan mentalnya,” jelasnya.
Tuan rumah kegiatan, Lalu Putria mengingatkan jangan sampai pembangunan di Lombok Tengah sebagai pusat wisata internasional kemudian menghilangkan jati diri Sasak.
Dialog yang berlangsung sekitar 1 jam ini banyak menghasilkan poin penting dan strategis.
Ketua Laskar Sasak, Mamiq Tahar mengatakan sudah menginventarisir agenda dan isu strategis tersebut untuk follow up. (Nani Mashita)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.