JAKARTA – KEMPALAN: Teknologi menjadi instrumen penting dalam berbagai sektor di sendi kehidupan. Teknologi dimanfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya positif dan membantu pekerjaan manusia. Dalam perkembangannya, teknologi dimanfaatkan dalam hal-hal yang tidak terduga.
Seperti halnya KH. Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden RI, yang menjelaskan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan kualitas dari proses transparansi dan kredibilitas dari pengelolaan wakaf.
Teknologi digital menjadi media dalam memberikan stimulus terkait pengelolaan dan pelaporan dari pemanfaatan wakaf secara terstruktur dan sistematis.
“Melalui pemanfaatan teknologi digital tersebut, transparansi pengelolaan wakaf dan kredibilitas pengelola wakaf akan semakin meningkat,” tutur KH. Ma’ruf Amin selaku Wakil Presiden RI dalam acara webinar nasional wakaf, Jumat (7/5).
Harus ada apresiasi yang tinggi untuk Badan Wakaf Indonesia (BWI), yang secara khusus telah melakukan perencanaan terukir dalam mengembangkan program perwakafan berbasis data dan teknologi data yang transformatif dalam konteks pengelolaan wakaf.
Pria berumur 78 tahun ini, menuturkan bahwa pihak pemerintah sedang melakukan berbagai skema dan strategi Waqf Digital Ecosystem yang dicanangkan oleh BWI dapat direalisasikan dengan optimal.
Melalui Waqf Digital Ecosystem, berbagai sistem digital pengelolaan wakaf yang dilaksanakan oleh stakeholder di luar BWI dapat terhubung dan terintegrasi.
“Diharapkan akan segera terwujud adanya Waqf Super Apps, yang diakses untuk mendapatkan berbagai informasi tentang wakaf,” imbuhnya.
Dalam sektor aksesibilitas pelayanan digital, pendaftaran, pelaporan, pengaduan kasus dan kerja sama, mendapatkan berbagai pilihan platform digital pengumpulan dana, serta mendukung upaya pengembangan model wakaf lainnya. (Rafi Aufa Mawardi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi