SURAKARTA-KEMPALAN: Didi Kempot merupakan salah satu legenda dan maestro campursari di Indonesia. Sang Bapak Sobat Ambyar telah meninggalkan kita semua dengan lagu-lagunya yang hits khususnya untuk anak muda. Untuk mengenang setahum meninggalnya sang maestro, istri Didi Kempot, Yan Vellia dan tim manajemen Didi Kempot menyelenggarakan konser “Tribute to Didi Kempot Panggung Kahanan”.
Konser tersebut diadakan secara virtual pada Rabu (5/5) sore yang dapat disaksikan melalui akun Youtube Bank Jateng dan Ganjar Pranowo. Acara ini berkolaborasi dengan Panggung Kahanan, wadah berkreasi para seniman Jawa Tengah yang dibantu oleh sang Gubernur, Ganjar Pranowo.
Konser virtual ini diisi oleh para seniman yang ada di Jawa Tengah khususnya keluarga dari alm. Didi Kempot sendiri yakni sang istri, Yan Vellia, beserta kedua anaknya Saka Praja Adil Prasetya dan Seika Zanitahaqisya Prasetya. Selain itu, Forum Komunikasi Mahasiswa se-Kalimantan, Sruti Respati, pemenang Anugerah Musik Indonesia (AMI), dan Fariza Aji Nugraga, lulusan Pop Academy Indosiar juga turut memeriahkan. Acara ini juga didukung oleh Bank Jateng, Lapak UMKM Ganjar, dan Jateng Musik Gram.

Acara dimulai pada pukul 15.00 WIB oleh MC yang menyambut para hadirin. Setelah itu, Fariza dan Band menampilkan lagu-lagu dari alm. Didi Kempot sebagai tribute-nya di penampilan kali ini.
Kemudian, Wali kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memberikan sambutan pengantar dari acara ini.
Gibran berterima kasih kepada pihak penyelenggara karena telah membuatkan wadah bagi para seniman khususnya di Solo untuk berkreasi.
“Selama masa pandemi mungkin acara-acara musik dan kebudayaan masih sangat kurang. Apalagi di tengah pandemi ini kita memang diharuskan untuk berinovasi, beradaptasi agar kegiatan seperti ini tetap terlaksana meskipun masih secara daring,” kata Gibran dalam sambutannya.
“Paling tidak ini mengobati rasa rindu para seniman untuk tampil. Lalu juga untuk para pecinta Didi Kempot yang ada di luar sana biar imunitas tubuh meningkat karena dengan adanya penampilan ini bisa membawa happy dan meningkatkan imunitas,” tambahnya.

Sementara itu, Ganjar menjelaskan bahwa penampilan kesenian yang didedikasikan untuk Didi Kempot yang didukung olehnya ini merupakan bentuk rasa cinta yang telah terbiasa dan harus terus dilestarikan.
“Bisa mencintai itu kalau tiap hari mendengarkan, melihat, dan membaca, maka kesenian yang kita miliki harus setiap hari kita omongkan, buatkan narasinya, kita tampilkan dan semuanya bisa ikut,” tutur Ganjar.
Ganjar juga mengungkapkan bahwa Didi Kempot yang dahulu belum dikenal siapa-siapa menjadi se-legendaris ini karena lagu-lagunya yang dikomposisi ulang dan terus diperdengarkan oleh masyarakat terutama kaum muda.
“Dulu siapa sih yang mau ndengerin lagu Jawa mesti dianggap wong ndeso yang kemudian menjadi termarjinalkan. Setelah kemudian di-remix, menjadi lebih bagus, easy listening, maka banyak yang mendengarkan, bernyanyi bersama, semua orang jadi berdendang,” tuturnya
Acara kemudian dilanjutkan dengan Tari Mandau dari Forkom Mahasiswa se-Kalimantan. Lalu, lantunan-lantunan lagu Didi Kempot dibawakan oleh anak-anak almarhum, Saka dan Seika, kemudian ada Sruti Respati yang membawakan Stasiun Balapan, serta penampilan dari istrinya, Yan Vellia. Tak lupa juga, pihak penyelenggara mengundang Didi Kempot KW, yang bernama Bambang yang juga menyanyikan karya-karya Didi Kempot.
Selain acara kesenian, Panggung Kahanan ini juga memperkenalkan beberapa UMKM yang ada di Solo di bawah naungan Ganjar Pranowo. Tendita Egg Roll dan Jumputan Solo ikut diperkenalkan dalam konser yang didedikasikan untuk Didi Kempot ini. (Belva Dzaky Aulia)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi