Senin, 25 Mei 2026, pukul : 05:11 WIB
Surabaya
--°C

China Beri 500.000 Vaksin Covid untuk Rezim Militer Myanmar

NAYPYIDAW-KEMPALAN: Pemerintah China telah menyerahkan lebih dari 500.000 dosis vaksin Covid-19 kepada junta, meskipun jutaan warga sipil dan petugas kesehatan memboikot program vaksin rezim militer.

Pemerintah China telah menyerahkan lebih dari 500.000 dosis vaksin Covid-19 kepada junta, bahkan ketika jutaan warga sipil dan petugas kesehatan memboikot program vaksin rezim militer.

Sementara banyak negara telah memutuskan hubungan dengan para pemimpin rezim setelah kudeta mereka dan pembunuhan brutal pengunjuk rasa damai, Kedutaan Besar China di Yangon mengatakan bahwa vaksin yang disumbangkan menunjukkan persahabatan “Paukphaw” atau persaudaraan antara China dan Myanmar.

Melansir dari Irrawaddy, sebelumnya Menteri Luar Negeri China, Wang Yi telah berjanji untuk memberikan 300.000 dosis vaksin Covid-19 China selama pertemuan dengan Penasihat Negara Myanmar, Daw Aung San Suu Kyi pada bulan Januari.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Selama kunjungan itu, Myanmar dan China menandatangani perjanjian tentang ekonomi, perdagangan, dan kerja sama teknis serta mendorong untuk mempercepat implementasi proyek bilateral, termasuk proyek infrastruktur transportasi di bawah China-Myanmar Economic Corridor (CMEC).

Namun ribuan pengguna media sosial di Myanmar skeptis terhadap donasi vaksin China dan menolak dengan berkomentar pada postingan di halaman Facebook kedutaan China. Sentimen anti-China telah meningkat secara dramatis di Myanmar setelah China berulang kali memblokir upaya Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap para pemimpin kudeta.

Pemerintah Liga Nasional untuk Demokrasi memulai program vaksinasi Covid-19 secara nasional pada 27 Januari, dengan staf perawatan kesehatan dan relawan pekerja medis menjadi yang pertama menerima suntikan vaksin AstraZeneca yang disumbangkan oleh India.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

MRTV yang dikendalikan militer telah mengklaim bahwa lebih dari 1,5 juta orang di Myanmar menerima dosis pertama vaksin antara Januari dan 23 April, sementara 312.953 orang lainnya menerima dosis kedua.

Surat kabar yang dikendalikan militer sering menerbitkan foto biksu, perwira militer, dan pejabat pemerintah yang menerima vaksin Covid-19. (Irrawaddy, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.