Sabtu, 23 Mei 2026, pukul : 00:37 WIB
Surabaya
--°C

Wabah Ebola Sudah Berakhir di Afrika

KINSHASA – KEMPALAN: Republik Demokratik Kongo pada hari Senin (3/5) mengumumkan akhir dari wabah Ebola yang menginfeksi 12 orang di provinsi timur Kivu Utara dan menewaskan enam orang.
Wabah itu diatasi dengan menggunakan vaksin Ebola Merck, yang diberikan kepada lebih dari 1.600 yang kontak dengan pasien dan yang lainnya, kata badan amal medis internasional Doctors Without Borders (Medecins Sans Frontieres, atau MSF).

Kasus-kasus tersebut secara genetik terkait dengan epidemi Ebola 2018-20 yang menewaskan lebih dari 2.200 orang, jumlah korban tertinggi kedua yang tercatat dalam sejarah penyakit tersebut.

Melansir dari aljazeera, Gejolak terbaru, yang ke-12 di DRC sejak penyakit itu pertama kali diidentifikasi pada tahun 1976, muncul pada 3 Februari di kota Butembo dengan kematian seorang wanita yang suaminya tertular virus pada wabah sebelumnya.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Virus dapat tetap berada dalam cairan tubuh tertentu, termasuk air mani, dari pasien yang telah sembuh dari penyakitnya, meskipun mereka tidak lagi memiliki gejala penyakit yang parah.

“Saya dengan senang hati mengumumkan akhir dari epidemi penyakit virus Ebola ke-12 di Provinsi Kivu Utara,”

“Terlepas dari konteks keamanan dan pandemi COVID-19, kecepatan dan efisiensi respons yang diberlakukan oleh pemerintah dan mitranya memungkinkan untuk mengalahkan pandemi ini dalam waktu kurang dari tiga bulan,” kata menteri kesehatan Jean-Jacques Mbungani dalam sebuah pernyataan pada hari Senin.

Namun, Respon tersebut seringkali terhambat oleh ketidakamanan yang disebabkan oleh kelompok bersenjata dan kerusuhan sosial yang membatasi pergerakan petugas kesehatan, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam sebuah pernyataan.

BACA JUGA  Iran Tolak Ultimatum Trump soal Uranium, Teheran Pilih Perang Lawan Israel dan AS

Penyakit virus yang sangat ditakuti ini dapat menyebabkan perdarahan internal dan kegagalan organ, Ebola menewaskan sekitar 11.000 orang di Afrika Barat antara 2013 dan 2016.

DRC juga memerangi pandemi virus korona. Negara itu telah melaporkan hampir 30.000 kasus dan 768 kematian. (Aljazeera, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.