Oleh: Ali Murtadho MS
(DPW Partai Ummat Jatim)
KEMPALAN: Ibarat pepatah “Air tenang menghanyutkan”, atau kebalikannya “Air beriak tanda tak dalam”, hal tersebut bisa terjadi dalam tubuh PAN setelah dideklarasikannya Partai Ummat oleh lokomotif reformasi Indonesia Prof. KH. Amien Rais pada 29 April 2021.
Sebagaimana dilansir oleh media Warta Ekonomi.co.id pada 1 Mei 2021, juga ABDAnews 30 april 2021, Waketum DPP PAN Viva Yoga Mauladi mengatakan bahwa adanya kader PAN yang berpindah ke Partai Ummat tidak perlu membuat gelisah dan galau karena jumlahnya kecil. Viva juga meyakini bahwa anggota DPRD PAN akan berfikir rasional sehingga tidak akan mudah pindah partai.
Statemen publik seorang waketum PAN seperti di atas, secara nalar sesungguhnya telah menceritakan kepada khalayak tentang kegalauan dan kegelisahan itu sendiri. Dideklarasikannya Partai Ummat telah merisaukan para petinggi PAN, sehingga seorang Waketum perlu curhat ke publik dengan pernyataan seperti itu.
Menanggapi pernyataan Viva Yoga kepada seluruh anggota DPRD PAN untuk berfikir rasional sebelum memutuskan pindah ke Partai Ummat, maka pada kesempatan ini akan diuraikan hal-hal rasionalitasnya sehingga anggota DPRD dari PAN akan memilih dan berlabuh di Partai Ummat, terutama pada Pemilu 2024 yang akan datang.
Pertama, faktor ketokohan Amien Rais yang hingga kini terus istiqomah meneriakkan kritik-kritik tajam kepada pemerintah terutama tentang penegakan dan keadilan hukum. Hal ini telah menjadi daya tarik di hati elemen-elemen ummat pada saat situasi krisis seperti sekarang. Rakyat butuh pencerahan dan saluran aduan nasib terutama perihal kondisi ekonomi yang kian merosot. Amien Rais mengisi harapan itu dengan sikap kritis yang konsisten terhadap kekuasaan.
Diyakini Partai Ummat bisa menjadi saluran politik alternatif bagi rakyat yang secara umum tertekan dalam situasi ekonomi berat. Tak terkecuali massa grass root PAN yang seharusnya menyalurkan aspirasi politiknya melalui para anggota DPRD PAN. Sementara sekarang sikap politik DPP PAN yang cenderung berkolaborasi dengan pemerintah. Hal ini akan menimbulkan perdebatan di kalangan akar rumput.
Suasana ketidakpuasan di level pendukung PAN akan terus menggelinding, hingga mengeras. Dalam suasana dan situasi psikologis tertentu, para kader PAN juga anggota DPRD dari PAN, akan mulai melirik Partai Ummat, karena figur Amien Rais yang terus bersuara kritis membela ummat.
Sebagaimana pandangan pengamat politik dari Unijoyo yang juga peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam, bahwa figur Amien Rais sangat mungkin menggerus massa grass root PAN beralih ke Partai Ummat (ABDAnews, 30 Mei 2021).
Kedua, terkait hasil dari beberapa lembaga survei terkini yang dilakukan oleh “Survei New Indonesia Research and Consuting” dan dirilis pada 2 mei 2021. Disebutkan bahwa elektabilitas PAN di angka 1,1% sedangkan Partai Ummat hampir tembus dua persen yaitu 1,8%.
Penelitian tentang partai politik dan kepemiluan tentu sangat dipahami oleh para kader PAN, misalnya yang terjadi pada pemil- pemilu sebelumnya rata-rata PAN ketika disurvei hasilnya 2-3%, namun pada saat pemilu hasilnya ada di kisaran 6%. Faktanya bisa dua kali lipat naik dari surveuli yang dilakukan sebelum pemilu. Inilah hal rasional yang bisa menyebabkan “Bedol Desa” para kader PAN berpindah ke Partai Ummat.
Sebagai partai yang baru lahir dan sudah hampir menembus elektabilitas 2 persen, Partai Ummat punya prospek yang besar untuk menembus parliamentary threshold di kisaran 4 persen. Dan hal ini menjadi hitung-hitungan rasional yang akan membawa kader PAN melakukan eksodus, bedol desa, ke Partai Ummat.
Ahlan wa Sahlan. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi