PUL-E-ALAM-KEMPALAN: Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyampaikan, sebuah truk bermuatan bom meledak di ibukota provinsi Logar, Pul-e-Alam yang melukai lebih dari 90 orang. Mobil itu diledakkan di dekat rumah bekas ketua dewan provinsi, Didar Lawang. Rumah tersebut juga digunakan sebagai penginapan.
Melansir Al Jazeera, ledakan ini terjadi pada Jumat (20/4) yang menewaskan 21 orang dan melukai puluhan lainnya. Belum ada yang mengklaim tanggung jawab atas pengeboman tersebut dan juga belum ada indikasi kenapa peledakan menyasar penginapan.
Hasibullah Stanekzai, ketua dari dewan provinsi Logar mengatakan bahwa ledakan itu terjadi ketika para tamu sedang berbuka puasa. Kebanyakan korban adlaah siswa SMA yang telah menginap di sana dan melakukan perjalanan ke ibukota provinsi untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, juga sejumlah anggota milisi pro-pemerintah yang menginap di sana sambil menunggu transportasi udara untuk pindah ke daerah lain.
Menurut Kementerian Kesehatan, Tariq Arian, sejumlah 60 korban luka telah dibawa ke rumah sakit, kebanyakan adalah siswa, adapun di antaranya ada yang dalam kondisi kritis.
Serangan itu terjadi pada malam dari tanggal resmi yang ditetapkan untuk dimulainya penarikan terakhir pasukan AS dan NATO dari Afghanistan. Taliban, yang menuntut agar semua pasukan AS ditarik keluar dari Afghanistan pada 1 Mei, belum menawarkan jaminan apa pun bagi keselamatan pasukan yang akan berangkat.
“Di bulan suci Ramadhan, berita mengerikan tentang bom mobil di Pul-e-Alam, provinsi Logar, menewaskan dan melukai warga sipil tak berdosa, termasuk pelajar …. ini adalah tragedi bagi seluruh negeri,” kata Perwakilan Uni Eropa untuk Afghanistan dalam kecamannya terhadap pengeboman tersebut. (Al Jazeera/Reuters, reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi