Jumat, 13 Maret 2026, pukul : 14:37 WIB
Surabaya
--°C

Biden: AS Tidak Cari Masalah dengan Rusia

WASHINGTON-KEMPALAN: Menurut Presiden AS, Joe Biden dalam pidatonya di depan Kongres, baik Pemerintah Rusia maupun AS dapat bekerja sama dalam ruang lingkup kepentingan bersama, seperti senjata nuklir dan perubahan iklim. AS sendiri tidak mencari ekskalasi ketegangan dengan Rusia dan percaya bahwa kedua negara dapat bekerja sama dimana kepentingan mereka bertemu.

“Berkenaan dengan Rusia, saya menjelaskan kepada Presiden Putin bahwa meskipun kami tidak mencari eskalasi, tindakan mereka memiliki konsekuensi,” menurut transkrip yang disediakan sebelumnya oleh Gedung Putih seperti yang dikutip Kempalan dari Sputnik.

Dia mendapat pujian karena menanggapi “dengan cara langsung dan proporsional” terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan umum AS dan serangan dunia maya. Rusia membantah semua tuduhan.

“Tapi kami juga bisa bekerja sama jika itu demi kepentingan bersama. Seperti yang kami lakukan saat memperpanjang Perjanjian START Baru tentang senjata nuklir – dan saat kami berupaya mengatasi krisis iklim,” kata Biden.

Ketegangan meningkat antara Washington dan Moskow menyusul laporan intelijen AS yang menuduh intelijen Rusia berada di belakang peretasan SolarWinds tahun lalu pada sistem teknologi informasi AS dan menuduh Moskow ikut campur dalam pemilihan AS 2020.

Pada bulan April, pemerintahan Biden menjatuhkan sanksi pada 32 entitas dan individu Rusia atas tuduhan ini dan tindakan bermusuhan lainnya terhadap kepentingan AS. Moskow membantah tuduhan itu karena tidak memiliki bukti apa pun.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan tindakan pembalasan, di antaranya adalah pengusiran secara proporsional terhadap staf misi diplomatik AS, penghentian kegiatan di negara tempat dana AS dan LSM yang dikendalikan oleh Departemen Luar Negeri dan lembaga pemerintah AS lainnya, serta larangan bagi delapan mantan staf misi diplomatik AS dan sebelumnya. Pejabat AS memasuki Rusia tanpa batas waktu, serta tawaran kepada Duta Besar John Sullivan untuk melakukan perjalanan ke Washington untuk konsultasi. Sullivan berangkat ke Washington pada 22 April.

Sementara itu, ketegangan juga meningkat terkait krisis Ukraina, karena Barat menuduh Rusia melakukan “peningkatan militer” di perbatasan Ukrania. Rusia telah menyatakan bahwa semua gerakan pasukan bertujuan untuk memastikan keamanan nasional dalam menanggapi pembangunan NATO sendiri di dekat perbatasan Rusia.

Moskow juga berulang kali mengatakan bukan pihak yang terlibat dalam konflik di Ukraina timur, dan menekankan bahwa penduduk Krimea memutuskan untuk bergabung kembali dengan Rusia melalui proses demokrasi sesuai dengan hukum internasional. (Sputnik, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.