Oleh: Ferry Is Mirza
Wartawan Utama, Pengurus PWI Jawa Timur
KEMPALAN: “Sesungguhnya Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan saya menyunnahkan bagi kalian shalat malamnya. Maka barangsiapa melaksanakan ibadah puasa dan shalat malamnya karena iman dan karena ingin mendapatkan pahala, niscaya dia keluar dari dosa-dosanya sebagaimana saat dia dilahirkan oleh ibundanya.” [HR Nasa’i)
Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, agar hatinya selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub (mengagumi diri sendiri), ghurûr (terperdaya dengan amalan pribadi) dan kesombongan.
Alhamdulillah hari ini kita sudah menjalani hari ke 13 puasa Ramadhan. Di sepuluh hari kedua ini, memasuki fase pengampunan.
Segala dosa sebanyak apapun diampuni di bulan Ramadhan. Karena bulan ini merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan.
Bulan Ramadhan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga.
Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas”. (az-Zumar/39:10)
Di antara nama Allah Azza wa Jalla adalah al-Ghafûr (Yang Maha Pengampun), dan diantara sifat-sifatNya adalah maghfirah (memberi ampunan). Sesungguhnya para hamba sangat membutuhkan ampunan Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosa mereka, dan mereka rentan terjerumus dalam kubangan dosa.
Ramadhan Penuh Ampunan
“Wahai bani Adam, sesungguhnya selama engkau masih berdoa dan berharap kepadaKu, maka Aku akan mengampunimu semua dosa yang ada padamu dan Aku tidak akan peduli; Wahai bani Adam, seandainya dosa-dosamu mencapai langit, kemudian engkau memohon ampun kepadaKu, Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli; Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan membawa kesalahan seukuran bumi kemudian engkau datang menjumpaiKu dalam keadaan tidak berbuat syirik atau menyekutukanKu dengan apapun juga, maka sungguh Aku akan datang kepadamu dengan membawa ampunan seukuran bumi juga”. (HR. at-Tirmidzi)
“Sungguh terhina seseorang yang mengetahui bahwa, kalau dia menahan dirinya dari hawa nafsu selama sebulan pada setiap tahun, dan mengerjakan apa yang diwajibkan baginya yaitu berupa puasa dan shalat tarawih, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu, tetapi dia malah meremehkan dan tidak beribadah (sebagaimana mestinya), sampai selesai dan berlalu bulan tersebut. Maka siapa yang mendapati kesempatan yang sangat besar ini, yaitu dengan mengerjakannya karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah akan memuliakannya, sedangkan yang tidak mengagungkanNya maka Allah akan menghinakan dan merendahkannya”.(Lihat kitab Faidh Al Qadir Syarh Al Jami’ Ash Shaghir, karya Al Munawi)
In syaa Allah dengan nawaitu puasa kita Lillahi Ta’ala, dan di fase pengampunan ini, dosa dosa kita luruh semuanya. Aamiin…. (*)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi