JAKARTA-KEMPALAN: Radhar Panca Dahana, sastrawan juga budayawan wafat pada Kamis (22/4) di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada pukul 20.00, menurut kakaknya, Radhar Tribaskoro.
“Innaalillahi wainnaa ilaihi roojiuun. Telah berpulang malam ini pk. 20.00 adik saya tercinta Radhar Panca Dahana di UGD RS Cipto Mangunkusumo. Mohon maaf atas semua kesalahan dan dosanya. Mohon doa agar ia mendapat tempat yang terbaik disisiNya. Aaminn YRA,” ujar sang kakak dalam unggahan Facebooknya seraya menambahkan unggahan berisi puisi adiknya yang berjudul PULANG yang terbit pada 1987.
Berita duka itu juga dikonfirmasi oleh Noorca Massardi, anggota Seniman Peduli Taman Ismail Marzuki (TIM) yang mana Radhar merupakan ketuanya. Ia konsisten memperjuangkan nasib TIM dan selalu mengamati rencana pengelolaan TIM yang dibuat oleh Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta.
Ia meninggal karena serangan jantung dan sudah bertahun-tahun menjalani cuci darah. Jenazah Radhar rencananya akan dikebumikan di TPU Tanah Kusir.
Radhar adalah alumni jurusan Sosiologi Universitas Indonesia (UI) lalu melanjutkan kuliah di jurusan yang sama di EHESS, Prancis.
Semasa hidupnya, sang budayawan berkecimpung di bidang penulisan dengan membentuk Perhimpunan Pengarang Indonesia dan menjadi presiden Federasi Teater Indonesia.
Pria kelahiran Jakarta 1965 itu adalah penulis cerpen “Tamu Tak Diundang” yang terbit di Harian Kompas. Selain itu ia juga menapaki karir sebagai redaktur tamu majalah Kawanku.
Pada tahun 2005, ia meraih Paramadina Award dan Medali Frix de la Francophone di tahun 2007. Ia termasuk sastrawan yang produktif, di antara karyanya adalah Dalam Sebotol Coklat Cair, Manusia Istana, dan Inikah Kita: Mozaik Manusia Indonesia.
Radhar masih sempat manggung pada tahun 2020 dimana ia tampil dalam pertunjukkan Teater Kosong bertajuk LaluKau di Jakarta pada 19 Februari 2020 bersama Aning Katamsi dan Iwan Fals serta sejajaran seniman lainnya. (reza m hikam)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi