Sabtu, 23 Mei 2026, pukul : 00:40 WIB
Surabaya
--°C

Kentut Pun Berkisah

KEMPALAN: (Pada Ngabuburit, 23 April 2021, ada kisah sederhana tapi punya pesan kuat tentang “menutup aib”. Layak jadi kisah menjelang berbuka puasa.)

Adalah kebiasaan para Sahabat Radhyallahu Anhum, sehabis shalat maghrib mereka i’tikaf di masjid sampai waktu shalat isya’. Mereka biasanya mengitari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam mendengarkan tausiah darinya.

Suatu saat tercium bau kentut menusuk hidung. Gerangan siapa yang kentut sembarangan itu? Lalu salah seorang Sahabat  Radhyallahu Anhum berdiri dan berujar, “Siapakah di antara kita yang kentut, silahkan berdiri!” Tidak satu pun dari jamaah itu yang berdiri. Pikir yang lain, pastilah saat masuk shalat isya’ nanti akan ketahuan, siapa yang kentut pasti akan berwudhu.

Saat Bilal  Radhyallahu Anhum akan mengumandangkan iqamah, Rasulullah menahannya, dan mengatakan, “Wudhuku belum batal, tapi aku akan berwudhu lagi.” Maka para Sahabat Radhyallahu Anhum  seluruhnya mengikuti langkah Rasulullah melakukan wudhu bersama.

BACA JUGA  Kembalinya Negara ke Arena Ekonomi Nasional

Dengan demikian, maka siapa di antara mereka tadi yang kentut tidak terendus, karena semuanya berwudhu.

Itulah cara Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam menutup aib, sekecil apapun itu, agar Sahabat yang kentut tadi tidak merasa malu.

Ada lagi kisah kentut di zaman Rasulullah lainnya…

Seorang Sahabat Radhyallahu Anhum mengundang makan bersama di rumahnya. Tentu yang diundang adalah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam beserta para Sahabat lainnya. Sahabat tadi memotong unta untuk hidangan para tetamu.

Saat hendak memulai makan, hidangan telah tersaji, terciumlah semilir bau kentut menusuk hidung dengan kerasnya. Tampak wajah Rasul Shallallahu Alaihi Wassallam memerah, tanda tidak suka dengan adanya bau tidak sedap itu.

Setelah selesai menyantap hidangan, dan akan masuk waktu ashar, Rasulullah Shallallahu Alaìhi Wassallam mengatakan pada para Sahabat Radhyallahu Anhum, “Siapa tadi yang menyantap daging unta, silahkan berwudhu.”

BACA JUGA  Negeri Kaya di Ujung Nafas

Maka Rasulullah dan para Sahabat melakukan wudhu, karena semua dari mereka tadi menyantap daging unta.

Itulah bentuk lainnya, cara bagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam menutup aib para sahabatnya. Tidak tahu siapa dari mereka tadi yang “meluncurkan” bau kentut di tempat yang tidak sewajarnya.

Misteri “kentut” itu tidak terkuak siapa pelakunya. Tentu tidak penting siapa pelakunya. Terpenting ada ajaran yang bisa diambil disana, sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassallam mengajarkan pada para Sahabatnya, ajaran untuk menutup aib saudaranya sesama Muslim. Tidak saja menutup aib besar, tapi aib kecilpun semacam kentut, sebisa mungkin ditutupnya rapat-rapat. Agar tidak ada yang merasa malu, lalu menjadi bahan olok-olok.

“Siapa saja yang menutup aib saudaranya sendiri, maka Allah Subhana Wa Ta’ala nantinya yang akan menutup aibnya.” (Muttafaq Alaih).

Subhanallah. (Ady Amar)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.