Sabtu, 27 Juni 2026, pukul : 10:41 WIB
Surabaya
--°C

The Daily Beast Dihajar usai Terbitkan Informasi Salah atas Penembakan di Ohio

OHIO-KEMPALAN: Pengguna media sosial mengkritik The Daily Beast karena menerbitkan informasi yang salah tentang penembakan polisi yang fatal terhadap Ma’Khia Bryant yang berusia 16 tahun di Columbus, Ohio pada hari Selasa (20/4).

Dalam laporan awalnya, situs liberal tersebut menyatakan, ketika polisi muncul di tempat kejadian, Bryant tidak bersenjata dan sebuah pisau ditemukan tergeletak “di tanah.” Namun, ketika polisi Columbus merilis rekaman kamera tubuh dari insiden tersebut, video tersebut mengungkapkan bahwa Bryant menyerang dua wanita lainnya, satu di antaranya dia dorong dan yang lainnya dia ayunkan dengan pisau. Seorang petugas menembak Bryant empat kali sebelum dia jatuh ke tanah. Dia meninggal di rumah sakit setelah dibawa ke sana dalam kondisi kritis.

Dalam laporan aslinya, The Daily Beast mengutip bibi Bryant, Hazel Bryant, sebagai sumber utamanya. Dia mengatakan kepada wartawan bahwa keponakannya adalah orang yang menelepon polisi dan bahwa dia tidak diberi peringatan sebelum mereka menembaknya. Dia menambahkan polisi akan “berbohong” tentang pertengkaran dengan keponakannya.

“Polisi akan berbohong,” katanya seperti yang dikutip Kempalan dari Fox News. “Polisi akan menutupi diri mereka sendiri. Mereka tidak peduli. Pada titik ini, saya merasa mereka hanya ingin membunuh orang kulit hitam. Mereka tidak di sini untuk melindungi dan mengabdi. Itu tidak terjadi. Itu sudah berlangsung lama sekali. Mereka di sini bukan untuk melindungi dan melayani. Mereka di sini untuk membunuh orang kulit hitam.” Setelah rekaman bodycam keluar dan menunjukkan Bryant menyerang dua orang lainnya, The Daily Beast memperbarui ceritanya.

“Ya, media (itu) berbohong kepada Anda,” kata korban penembakan Parkland dan aktivis konservatif Kyle Kashuv, berbagi tangkapan layar dari laporan awal yang menyesatkan Daily Beast di Twitter. NPR juga dipaksa untuk memperbarui ceritanya setelah meninjau rekaman polisi. Kantor berita tersebut menambahkan penyangkalan yang tidak biasa di bagian bawah liputan mereka, mengatakan kepada pembaca, “Beberapa fakta yang dilaporkan oleh media mungkin nanti ternyata salah.” (Fox News, reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.