SURABAYA – KEMPALAN: Kenaikan sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang mencapai Rp 444.632.000 per hari tidak hanya dikeluhkan oleh manajemen Persebaya Surabaya, tapi juga anggota DPRD Kota Surabaya, M.Machmud.
Menurut Machmud, kenaikan tarif sewa itu Stadion GBT tersebut terlalu mahal dan sangat memberatkan bagi penyewa. “Kalau boleh saya katakan, Pemkot Surabaya tidak punya hati nurani,” katanya, Selasa (20/4).
Apalagi yang menyewa adalah Persebaya, klub Liga 1 yang sudah menjadi salah satu ikon Kota Surabaya. Sehingga, Pemkot Surabaya mestinya memberi kemudahan buat Persebaya jika akan menggunakan Stadion GBT. “Tetap bayar sewa, tapi ya jangan sampai nilainya mencekik kayak gitulah. Nanti kalau Persebaya berprestasi, kan Pemkot Surabaya namanya juga ikut terangkat,” ujar politisi asal Partai Demokrat yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya ini.
Seperti diketahui, manajemen Persebaya mengeluhkan tarif sewa Stadion GBT. Pasalnya, berdasarkan Raperda Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah yang akan disahkan DPRD Kota Surabaya, Pemkot Surabaya menyodorkan tarif sewa sebesar Rp 444.632.000 per hari.
Sekretaris Persebaya, Ram Surachman mengatakan, Persebaya masih keberatan dengan angka yang telah disebutkan dalam panitia khusus (pansus) retribusi di ruang Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (19/4).
“Kami akan menghitung kemampuan, apakah kami mampu memakai stadion dengan harga segitu, atau kami lebih rasional untuk mencari stadion lain,” kata Ram. Karena itu, sebelum raperda digedok ia minta agar Pemkot Surabaya punya solusi yang terbaik.
Sedang Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya Afghani Wardhana menyampaikan bahwa masalah tarif sewa Stadion GBT sudah merupakan penilaian yang dilakukan oleh tim appraisal.
Sementara Ketua Pansus Retribusi DPRD Kota Surabaya, Machfud berharap akan ada keringanan yang diberikan oleh Pemkot Surabaya mengenai tarif sewa Stadion.
Menurutnya, memang ada opsi dalam raperda ini. Karena ada pasal yang mengatur boleh mengajukan keringanan. Karena itu, ia sepakat dengan manajemen Persebaya bahwa ini harus jelas dulu, sehingga rapat pembahasan retribusi sewa Stadion GBT deadlock. Pansus retribusi memberi waktu kepada Pemkot Surabaya untuk mencari skema dan solusi terbaik. (*)
Penulis:


Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi