Rabu, 22 April 2026, pukul : 03:03 WIB
Surabaya
--°C

Keji, KKB Tembak Mati Dua Guru, Membakar Gedung Sekolah dan Rumah Guru

JAYAPURA- KEMPALAN: Dua guru yang menjadi korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yakni Octavianus Rayo dan Yonathan Renden berhasil dievakuasi oleh TNI-Polri dari Beoga ke Mimika menggunakan pesawat perintis milik Spirit Aviation Sentosa (SAS), Sabtu (10/4).

“Selain terhadap dua jenazah guru tersebut, proses evakuasi juga dilakukan terhadap lima guru dan dua anak,”ucap Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri.

Kapolda menambahkan, pihaknya akan menggeser personel untuk memperkuat Polres Puncak yang ada di Beoga. Dan mengamankan semua keluarga para guru dan masyarakat yang ada di TKP.
“Kita akan mengamankan semua keluarga korban yang ada di sana ke Sugapa lokasi terdekat dari Beoga. Nantinya dari Sugapa baru dibawa keluar,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini tim TNI-Polri sudah menguasai bandara dan kelompok kriminal bersenjata sudah dipukul mundur. “Untuk membantu teman-teman yang ada di Puncak, kita akan memperkuat pasukan di sana,” jelasnya.

Sementara itu, untuk kedua jenazah guru yang bertugas di Beoga sudah tiba di Timika dan akan dilanjutkan diterbangkan ke Makassar untuk dimakamkan di kampung halamannya di Toraja

Sebelumnya, pada Kamis (8/4) KKB yang diperkirakan dari Kelompok Sabinus Waker menembak guru SD Oktovianus Rayo (43) hingga tewas di Kampung Julukoma, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Usai menembak Oktovianus, KKB berulah lagi dengan membakar Gedung SD Jambul, SMP Negeri 1 dan SMA 1 Beoga serta rumah guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Kamis (8/4) sekitar pukul 18.15 WIT.

Tindakan keji KKB tersebut berrlanjut lagi pada Jumat (9/4), dengan menembak Yonathan Renden hingga meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal menyampaikan, saat ini personel gabungan masih melakukan pengejaran terhadap KKB yang melakukan pembakaran. Sementara untuk situasi di Distrik Beoga masih bisa dikendalikan oleh personel di lapangan
“Kami akan mengambil langkah-langkah penegakkan hukum terhadap para pelaku,” tegas Kamal.

Jenazah guru korban penembakan oleh KKB tiba di Mimika. -Polres Mimika-

Tanggapan Komnas HAM

Komnas HAM RI Perwakilan Papua mengaku belum menerima aduan terkait meninggalnya guru akibat ditembak KKB di Beoga, Kabupaten Puncak. Namun, pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dari media.

Ketua Komnas HAM RI Perwakilan Papua Frits Ramandey mengaku, dalam catatan Komnas HAM, ini bukan kali pertama guru mendapatkan kekerasan di Papua. Beberapa kasus sebelumnya guru pernah diperkosa seperti yang pernah terjadi di Nduga dan beberapa daerah lainnya.

Frits menegaskan, guru, perawat dan pekerja sosial lainnya masuk dalam kategori pekerja kemanusiaan. Apalagi seorang guru yang bekerja dalam rangka upaya pemenuhan hak asasi pendidikan secara berkesinambungan.

“Ini perlakuan keji, dengan menembak guru. Para pelaku melakukan tindakan menghambat pemenuhan hak asasi Pendidikan. Komnas HAM menyampaikan keprihatinan atas kejadian ini dan ini adalah kategori tindakan kriminal yang sangat keji dilakukan oleh seseorang,” tegas Frits di Jayapura, Jumat (9/4).

Menurut Frits, tindakan ini memberi justifikasi terhadap aparat keamanan untuk melakukan tindakan terukur dalam rangka memastikan bahwa pekerja kemanusian yang berada di wilayah pedalaman Papua terutama di wilayah konflik harus dilindungi hak hidupnya dari tindakan KKB (fia/nat/cepos/tan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.