Sabtu, 6 Juni 2026, pukul : 03:48 WIB
Surabaya
--°C

Armenia Minta Tolong Rusia, Harap Bebaskan Tawanan Perang di Azerbaijan dan Bicarakan Vaksin Sputnik

YEREVAN-KEMPALAN: Perdana Menteri Armenia, Nikol Pashinian meminta Presiden Rusia, Vladimir Putin agar menolong negaranya dalam upaya pembebasan belasan tawanan perang yang ditangkap oleh Azerbaijan pada pertempuran singkat tahun lalu atas wilayah Nagorno-Karabakh. Hal ini disampaikan pada saat kunjungannya ke Moskow pada Rabu (7/4), dimana ia juga mengatakan bahwa Armenia juga ingin mendapatkan lebih banyak vaksin buatan Rusia, Sputnik V.

Pertempuran Armenia-Azerbaijan ini terjadi karena perebutan wilayah Nagorno-Karabakh yang merupakan bagian dari Azerbaijan namun mayoritas berpenduduk etnis Armenia. Pertempuran ini berakhir dengan kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Rusia. Kesepakatan ini juga membuat 2.000 tentara penjaga perdamaian Rusia diturunkan di sepanjang wilayah itu.

BACA JUGA  Iran Ancam Tinggalkan Negosiasi, Trump Ngamuk ke Netanyahu: Kamu Gila, Semua Orang Sekarang Benci Israel!

Tidak ada angka resmi berapa banyak tawanan perang Armenia yang ditahan oleh Azerbaijan, tetapi kantor berita RBC mengatakan ada sekitar 140 orang Armenia yang masih ditahan di Azerbaijan. Tidak jelas berapa banyak tawanan perang Azerbaijan yang ada.

“Saya ingin mencatat bahwa dalam konteks ini ada masalah yang sangat penting yang belum diselesaikan,” kata Pashinian kepada Putin. “Ini adalah masalah tawanan perang, sandera, dan tahanan lainnya.” Ia juga menambahkan bahwa meskipun sudah berkali-kali dibicarakan bahwa semua sandera, tawanan perang dan tahanan lainnya harus dikembalikan ke negaranya masing-masing, namun menurutnya masih ada tahanan di Azerbaijan.

Dalam pertemuannya dengan Putin, Pashinian mengatakan pengiriman pertama 15.000 dosis vaksin Sputnik V diharapkan tiba di Armenia pada 6 April, tetapi negara itu membutuhkan lebih dari satu juta dosis secara keseluruhan seraya mengatakan bahwa pengiriman pertama itu adalah pengiriman simbolk yang diharapkan Armenia dapat lebuh banyak vaksin Rusia karena efikasinya yang sudah terbukti. (RFE/RL, rez)

BACA JUGA  Momen Kelulusan di Harvard University, Mahasiswi Baca Al-Qur’an
forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.