Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 03:37 WIB
Surabaya
--°C

China Peringatkan Jepang Melalui Telepon, Ada Apa?

BEIJING- KEMPALAN: Anggota Dewan Negara China dan Menteri Luar Negeri Wang Yi pada hari Senin (5/4) mengadakan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi mengenai hubungan antara kedua negara.

Wang mengatakan bahwa dalam menghadapi situasi internasional yang rumit, China dan Jepang, yang telah lama bertetangga dekat dan sebagai ekonomi terbesar kedua dan ketiga di dunia, harus menyesuaikan diri dengan tren zaman dan tren internasional, saling menghormati, saling percaya.

Jepang, yang juga sekutu dekat AS yang menjadi tuan rumah pangkalan angkatan laut dan udara utama Amerika, memiliki keprihatinan yang sama dengan AS tentang penumpukan militer China dan klaim atas wilayah di Laut China Selatan dan Timur. Namun, kepentingan perdagangan dan investasi utamanya di China terkadang mengekang kritiknya terhadap tetangganya yang lebih besar.

Melansir dari Xinhuanet dan APNews, Menteri luar negeri China memperingatkan Jepang agar tidak bekerja sama dengan AS untuk melawan China, karena Jepang berbicara lebih banyak tentang hak asasi manusia di Xinjiang menjelang KTT AS-Jepang minggu depan.

China berharap Jepang, sebagai negara merdeka, akan melihat perkembangan China secara obyektif dan rasional, alih-alih disesatkan oleh beberapa negara yang memiliki pandangan bias terhadap China, kata Wang.

Wang mengatakan bahwa China dan Jepang juga telah menandatangani Perjanjian Perdamaian dan Persahabatan Jepang-China, dan Jepang juga memiliki kewajiban untuk memenuhi perjanjian tersebut.

Wang mengatakan China siap untuk terus mempromosikan kerja sama pragmatis dengan Jepang, saling mendukung dalam menjadi tuan rumah Olimpiade Tokyo dan Olimpiade Musim Dingin Beijing, dan mengambil kesempatan Tahun Promosi Pertukaran Budaya dan Olahraga China-Jepang pada 2021 dan 2022 dan berikutnya.

Sementara itu, Motegi mengatakan karena Jepang dan China adalah tetangga dekat, perkembangan hubungan bilateral yang stabil sangat penting tidak hanya bagi kedua negara, tetapi juga kawasan dan dunia pada umumnya.

Wang juga menguraikan posisi China pada masalah-masalah seperti Kepulauan Diaoyu dan Laut China Selatan, dan menentang campur tangan Jepang dalam urusan internal China yang melibatkan Xinjiang dan Hong Kong.

Dia mendesak Jepang untuk mematuhi norma-norma dasar yang mengatur hubungan internasional, benar-benar menghormati urusan dalam negeri China sebagai tetangga dekat dan menahan diri untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri China. (Xinhuanet, APNews, Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.