Sabtu, 16 Mei 2026, pukul : 10:34 WIB
Surabaya
--°C

Siap Jamin Bebas Pemimpin Oposisi, Georgia Masih Dalam Kemelut Politik

TBILISI-KEMPALAN: Besik Bogveli selaku kepala Pusat Penelitian Pengembangan Psikolog telah meminta persetujuan Kantor Kepala Kejaksaan Georgia untuk memberikan jaminan 40.000 GEL (Georgian Lari/mata uang Georgia) untuk membebaskan partai oposisi United National Movement, Nika Melia.

Melia ditangkap pada 23 Februari 2021 karena penolakannya untuk membayar 40.000 GEL dari jaminan 70.000 GEL miliknya yang memicu ketegangan politik lebih lanjut di negara itu dan mendorong oposisi kembali ke jalan.

Melansir Agenda.ge, pembebasan Melia adalah salah satu dari tiga tuntutan utama oposisi, bersama dengan pelaksanaan pemilihan ulang parlemen, dalam pembicaraan yang dimediasi Uni Eropa yang saat ini sedang berlangsung antara partai yang berkuasa dan oposisi.

Bogveli, yang berpartisipasi dalam pemilihan parlemen 2020 atas nama People’s Party yang kurang dikenal, telah menyatakan bahwa dia bertindak ‘secara independen’ tidak berafiliasi dengan partai mana pun dan bahwa ‘dia baru saja menguji sistem.’

Dia juga mengatakan bahwa inisiatifnya melayani tujuan untuk ‘melepaskan ketegangan politik saat ini’ di negara tersebut. Pengacara Melia telah menyatakan bahwa pemerintah berada ‘dibalik’ Bogveli.

Sementara itu, Perdana Menteri Georgia, Irakli Garibashvili telah menyatakan bahwa Georgian Dream Party yang berkuasa siap untuk ‘dialog konstruktif’ dengan oposisi untuk menyelesaikan ketegangan politik saat ini ‘secepat mungkin,’ serta menambahkan bahwa partainya adalah partai yang berorientasi pada hasil.

Garibashvili membuat pernyataan itu sebelumnya hari Senin (29/3) setelah pertemuannya dengan mediator Uni Eropa Christian Danielsson yang kembali ke Tbilisi pada 27 Maret setelah kegagalan upaya mediasinya sebelumnya awal bulan ini. Pembicaraan akan dilanjutkan pada hari yang sama. Danielsson dijadwalkan bertemu dengan Presiden Salome Zurabishvili dan partai yang berkuasa serta para pemimpin oposisi pada siang hari.

Menurut Civil Georgia, dalam pertemuan dengan Perwakilan UE itu, Presiden Zurabishvili menyoroti pentingnya meredakan kebuntuan politik yang sedang berlangsung, dan juga menyerukan keterlibatan aktif Uni Eropa dalam mengatasi krisis ekonomi pasca pandemi di Georgia setelahnya.

Danielsson mengatakan pada saat kedatangan bahwa dia berharap dapat terlibat dengan para pemimpin partai politik dalam mendukung mereka untuk mencapai kesepakatan tentang masalah paling kontroversial yang menyangkut pemilihan ulang parlemen dan pembebasan tokoh oposisi.

Dalam pertemuan hari ini dengan Danielsson, Garibashvili mengatakan bahwa pemerintah Georgia ‘menghargai mediasi Uni Eropa yang ditujukan untuk meredakan situasi dan untuk proses politik yang normal di negara tersebut.’

Partai-partai oposisi Georgia yang telah memenangkan kursi dalam pertemuan ke-10 parlemen Georgia mengatakan bahwa pemilihan parlemen tahun lalu dibuat-buat dan telah menuntut pemilihan ulang sejak November 2020.

Tuntutan utama oposisi termasuk pelaksanaan pemilihan parlemen berulang, pembebasan Melia dan salah satu pendiri saluran TV yang berpikiran oposisi Mtavari Arkhi Giorgi Rurua yang dihukum tahun lalu karena kepemilikan ilegal dan membawa senjata api.

Adapun sang perdana menteri menanggapi bahwa pemilihan umum ulang bukanlah pilihan, sementara pembebaan Melia dan Rurua tergantung kepada keputusan pengadilan, bukan pemerintah. Ia juga mengatakan bahwa oposisi di Georgia punya dua pilihan: mendengar mitra UE dan AS-nya lalu menerima mandatnya sebagai anggota legislatif Georgia atau melanjutkan aksi marjinal mereka.

Sementara itu, Georgian Dream Party yang berkuasa mengatakan bahwa peluangnya adalah sekitar lima puluh lima puluh untuk mencapai kesepakatan dengan oposisi parlemen tentang masalah-masalah terkait pemilu dan pembebasan tokoh-tokoh oposisi yang dipenjara di tengah ketegangan politik saat ini.

Pimpinan partai Georgian Dream Party, Irakli Kobakhidze, yang berkuasa telah menyatakan bahwa dewan politik Georgian Dream Party telah berkumpul pada hari Senin (29/3) untuk mencapai ‘keputusan konkret’ dan mengatakan bahwa mereka akan mengabarkan kepada Danielsson mengenai posisi mereka.

Dia juga menyatakan bahwa orang-orang Georgia akan mempelajari isi pembicaraan dalam beberapa jam mendatang karena sekarang pembicaraan tersebut berlangsung di balik pintu tertutup. Dua isu paling menantang dalam pembicaraan itu adalah pelaksanaan pemilihan ulang parlemen dan pelepasan tokoh oposisi Nika Melia dan Giorgi Rurua.

Perdana Menteri Georgia Irakli Garibashvili hari Senin (29/3) menegaskan kembali bahwa ‘seluruh dunia mengakui pemilu Georgia 2020 dan tidak ada tahanan politik di negara ini.’ Hal ini ditanggapi oleh pemimpin partai oposisi, Strategi Aghmashenebli bernama Giorgi Vashadze yang mengatakan bahwa ‘partai yang berkuasa masih bertindak merusak dalam pembicaraan.’

Ia juga mengecam saran dari anggota parlemen Lithuania, Andrius Kubilius untuk melibatkan pendiri Georgian Dream Party, Bidzina Ivanishvili dan mantan presiden, pemimpin United National Movement yang sedang dalam pengasingan, Mikheil Saakashvili dalam pembicaraan. PM Georgia menolak partisipasi Saakashvili karena dia menjadi “penjahat,” juga mencatat bahwa Ivanishvili telah keluar dari politik.

Danielsson sendiri, selaku Perwakilan Khusus Presiden Majelis Eropa yang sudah kembalik ke Tbilisi semenjak 29 Maret mengatakan bahwa ia akan mengajukan proposalnya pada Selasa (30/3) mengenai bagaimana cara untuk menyelesaikan krisis politik Georgia yang akut.

“Demokrasi artinya memperhatikan kepentingan semua pihak, artinya memberi konsesi dari semua pihak. Tujuan saya adalah menemukan cara untuk menerapkan pendekatan ini. Menurut saya, pada akhirnya yang utama adalah mencapai kesepakatan tentang metode penyelesaian masalah seperti reformasi pemilu dan keadilan. Tentu akan dibahas masalah lain,” kata Danielson yang dikutip Kempalan dari JAM News.

Ia meminta pihak-pihak yang berseteru untuk bertanggungjawab dalam memastikan bahwa kesepakatan antar pihak akan ditandatangani seraya mengatakan bahwa jika kesepakatan telah tercapai, maka tidak ada pemenang atau orang kalah. (Agenda.ge/JAM News/Civil.ge, Reza Maulana Hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.