Senin, 25 Mei 2026, pukul : 07:42 WIB
Surabaya
--°C

Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar, Kelompok Manakah?

MAKASSAR-KEMPALAN: Kepolisian lokal menyampaikan bahwa pelaku bom bunuh diri bertindak sendiri, namun pihak berwenang masih mencari koneksi jejaring teroris dari pelaku tersebut dan apakah serangan tersebut berkaitan dengan penangkapan dari terduga teroris akhir-akhir ini menurut juru bicara kepolisian Argo Yuwono yang dikutip Kempalan dari The Jerusalem Post.

Polisi sendiri masih belum mengatakan siapa yang bertanggung jawab atas pengeboman tersebut karena belum ada klaim terhadap serangan itu. Sementara untuk pengeboman tahun 2018 di Surabaya, kepolisian menuding bahwa Jamaah Ansharut Daulah yang terinspirasi oleh NIIS (Negara Islam Irak dan Suriah) berada di balik pengeboman di Surabaya itu.

Dalam sebuah pernyataan, Menteri Agama Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan bahwa dengan motif apapun, tindakan ini tidak bisa dibenarkan oleh agama manapun.

BACA JUGA  Menuju Porprov X Jatim 2027: KONI Sidoarjo Sosialisasikan PORKAB dan Legitimasi Plt Ketua

Sampai sekarang ada sejumlah jejaring kelompok militan yang pernah melakukan tindak terorisme berupa pengeboman seperti Jamaah Islamiyah (JI), Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dan Jamaah Asharut Daulah (JAD). Pada masa pra-kemerdekaan ada pemberontak yang pada akhirnya membangun jejaring kelompok ekstrim, yakni Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

Sejumlah tindak terorisme di Indonesia dilakukan oleh kelompok militan yang berbeda dengan kelompok sejenis di Timur Tengah. Perbedaan ini berkaitan dengan klaim-mengklaim serangan, dimana ISIS maupun Al-Qaeda melakukan klaim terhadap serangan yang mereka lakukan, sementara di Indonesia, kepolisian yang melakukan identifikasi terhadap tindak terorisme.

Namun metode yang dilakukan kelompok teroris ini bergeser, dimana Jamaah Islamiyah yang kerapkali melakukan serangan terorganisir dan memiliki sel-sel yang tersebar di Indonesia, sementara tren terbaru adalah serangan lone wolf yang mana para pelaku teror hanya mengadopsi pandangan ekstrim seseorang dan merencanakan sendiri tindak terorismenya, seperti yang dilakukan oleh penganut Jamaah Ansharut Daulah.

BACA JUGA  AA LaNyalla Mahmud Mattalitti Hadiri Rakernas KONI di Jakarta

JAD sendiri berbeda dalam penyebaran pemikiran karena beberapa tulisan dari mastermind-nya, Aman Abdurrahman sempat tersebar luas di internet dan dapat diunduh dengan bebas, bahkan bukunya Ya, Mereka Memang Thaghut sempat beredar di pasaran. Hal ini memungkinkan pengikut dari pandangan Aman untuk melakukan teradikalisasi dengan sendirinya dan melakukan tindak terorisme lone wolf. (reza m hikam)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.