Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 09:49 WIB
Surabaya
--°C

Jaringan Islam Antidiskriminasi Kecam Bom Katedral Makassar

KEMPALAN: Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) mengecam aksi kekerasan pemboman di Katedral Makassar, (28/3). Peristiwa ini bisa dikatakan merupakan “ritual rutin,” menyambut hadirnya Ramadlan, dan dilakukan segelintir kelompok Islam yang berpandangan sempit dan ekstrim atas agama lain, khususnya Katolik/Kristen.

Bom Surabaya 2018, bom Kartasura 2019, bom bunuh diri Mapolres Solo 2016, dan bom panci Kampung Melayu 2017 merupakan peristiwa yang memanfaatkan momentum Ramadlan. Tidak hanya di Indonesia, “ritual rutin,” ini juga terjadi di beberapa negara, misalnya Pakistan, Yaman, Arab Saudi, Baghdad, dan Turki.

Terdapat sebagian kelompok Islam yang memahami bulan Ramadlan harus disucikan dengan cara menumpahkan darah orang yang dianggap kafir, termasuk rumah ibadah dan propertinya. Mereka juga kerap menyerang simbol-simbol pemerintah yang dianggap bertentangan dengan doktrin ideologinya.

JIAD menyerukan kepada masyarakat non-Islam untuk tidak panik dan tetap tenang serta memperkuat keamanan rumah ibadah masing-masing. Pemboman biasanya memanfaatkan kerumunan jemaat saat ibadah Minggu.

JIAD juga mendesak aparat keamanan untuk bekerja ekstra-keras menegakkan hukum dan memastikan peristiwa seperti ini tidak terjadi.

Mari kita jadikan semangat Paskah dan Ramadlan justru sebagai momentum untuk lebih mempererat jalinan antaragama dalam merawat kebinekaan di lingkungan masing-masing.

Jombang, 28 Maret 2021.

Aan Anshori
Kordinator

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.