Minggu, 17 Mei 2026, pukul : 19:44 WIB
Surabaya
--°C

Bisa Prabowo vs Anies di 2024, PDIP: Banyak Dukungan Puan Maju Pilpres

JAKARTA-KEMPALAN: Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto diprediksikan akan berduel dengan dengan Anies Baswedan pada Pilpres 2024. Menurut Qodari, jika gagasan Jokowi-Prabowo tidak bisa diwujudkan, maka terbuka kemungkinan pertarungan Prabowo versus Anies terjadi di Pilpres 2024.

“Kalau bacaan saya Pilpresnya nanti kemungkinan besar akan berhadapan antara Anies dengan Prabowo Subianto jika gagasan Jokowi-Prabowo di 2024 tidak bisa dilaksanakan,” ujar Qodari di Jakarta, Sabtu (27/3).

Prabowo merupakan figur potensial menjadi calon presiden di periode mendatang. Apalagi Partai Gerindra merupakan salah satu partai yang memiliki kursi yang besar di parlemen sehingga Prabowo bisa dipastikan maju di Pilpres 2024. “Partai Prabowo kursinya besar, tinggal mendapatkan dukungan satu saja partai menengah pasti Prabowo bisa maju,” tandas dia.

Menurut Qodari, selain Gerindra, koalisi yang kemungkinan mendukung Prabowo di Pilpres 2024 adalah PDIP, PKB dan PAN. Pasalnya partai-partai nasionalis cenderung berkoalisi dengan partai Islam tradisional seperti PKB atau partai Islam modernis seperti PAN.

“Lalu lawannya akan berkumpul di sekitar Anies Baswedan yang nanti akan didukung, PKS, Golkar, Nasdem dan partai-partai lainnya,” ungkap dia.

Alasan mendasar Anies menjadi lawan Prabowo, kata Qodari karena Anies merupakan figur potensial yang elektabilitasnya tetap tinggi dan bertahan bertahan sampai masa pendaftaran pada Agustus 2023 mendatang. Anies, kata dia, memiliki basis konstituen, yakni mantan pemilih Prabowo di Pemilu 2019 yang lalu.

“Kemudian, proses naiknya di Pilkada DKI Jakarta, itu diframe atau dicitrakan calonnya umat Islam, yang pada waktu itu berhadapan dengan Ahok. Dan isu-isu yang membuat Anies menang saat itu tidak bisa tidak, tidak lepas dari masalah penistaan agama, dari gerakan 411 dan 212. Jadi, tidak akan lari jauh dari sana,” jelas dia.

Politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon mendukung Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani apabila hendak dicalonkan sebagai presiden pada Pilpres 2024. Kendati demikian, hingga kini partainya belum memiliki keinginan untuk menyandingkan Puan dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

Hal itu disampaikan Effendi menanggapi beredarnya selebaran deklarasi dukungan terhadap pasangan Puan-Moeldoko pada kontestasi pilpres mendatang. “Saya salah satu yang termasuk mendukung Puan untuk maju, tetapi bukan sama Pak Naturalisasi (Moeldoko) itu,” kata Effendi dalam diskusi daring Trijaya bertajuk “Senjakala Regenerasi Parpol” Sabtu (27/3).

Oleh karena itu, ia memastikan bahwa selebaran yang beredar tersebut adalah tidak benar dan hanya guyonan semata. “Pastinya bercanda itu, pastinya bercanda,” respons Effendi singkat ketika ditanya soal selebaran deklarasi tersebut.

Di sisi lain, Effendi mengakui bahwa banyak dukungan dari internal partai terhadap Puan Maharani untuk maju di Pilpres 2024. Sebagai salah satu orang yang termasuk mendukung Puan, Effendi meminta agar semua pihak tak menganggap serius selebaran tersebut. Menurutnya, pada saatnya nanti, PDI-P akan mengumumkan secara resmi pencalonan Puan tersebut.

“Nanti ada saatnya teman-teman, ya pada waktunya lah (deklarasi pencalonan Puan),” terang Effendi. Sebelumnya, beredar poster bertuliskan deklarasi dan dukungan terhadap Puan Maharani dan Moeldoko untuk maju di Pilpres 2024. Politikus PDI-P Hendrawan Supratikno mengatakan, informasi dalam poster tersebut hoaks atau kabar bohong.

“Ya jelas hoaks, dilihat dari sudut logika, landasan filosofis-sosiologis-yuridis-politis, dari sudut timing, dari sudut kewajaran, dan dari suara langit,” kata Hendrawan. (bs/km/tr/ist)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.