Selasa, 10 Februari 2026, pukul : 13:33 WIB
Surabaya
--°C

Arab Saudi Ajukan Gencatan Senjata Pada Houthi, Pemberontak Minta Akhiri Agresi

SANA’A-KEMPALAN: Menteri Luar Negeri Arab Saudi telah mengumumkan rencana untuk gencatan senjata dengan Houthi di Yaman di bawah pengawasan PBB. Ketika menyampaikan hal ini kepada wartawan pada Senin (21/3), Pangeran Faisal bin Farhan al-Saud selaku Menlu kerajaan itu mengatakan bahwa gencatan senjata yang diusulkan kepada Houthi diharapkan “melingkupi seluruh konflik” termasuk mengizinkan bandara utama di ibukota yang dikuasai mereka untuk dibuka kembali.

Di Riyadh ia menyampaikan bahwa hal itu akan segera terlaksana seketika Houthi menyepakatinya. Pangeran Faisal mengatakan “semua kembali kepada Houthi sekarang” dan menekankan negaranya selalu siap mempertahankan perbatasan, warga negara dan infrastrukturnya dan menghadapi “agresi Houthi dengan tanggapan yang diperlukan.” Ia juga mengatakan bahwa Houthi harus menentukan apakah akan mengutamakan kepentingannya sendiri atau kepentingan Iran.

Usul itu juga akan memungkinkan impor bahan bakar dan makanan melalui pelabuhan barat Hodeidah – pelabuhan masuk utama Yaman – dan memulai kembali negosiasi politik antara pemerintah Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi dan Houthi. Apakah rencana seperti itu akan bertahan tetap menjadi pertanyaan lain. Gencatan senjata Saudi yang dideklarasikan secara sepihak runtuh tahun lalu.

Tawaran Saudi ini diterima oleh pemerintah Hadi dalam sebuah pernyataan dari kementerian luar negeri yang berkantor di Aden. Namun Houthi mengutarakan bahwa prakars itu tidak ada “hal yang baru” dan masih gagal untuk memenuhi permintaan mereka untuk mencabut sepenuhnya blokade di bandara Sana’a dan pelabuhan Hodeidah.

“Arab Saudi harus menyatakan diakhirinya agresi dan mencabut blokade sepenuhnya, tetapi mengajukan ide-ide yang telah dibahas selama lebih dari setahun bukanlah hal baru,” kata juru bicara Mohammed Abdulsalam, menurut televisi pemberontak Al-Masirah yang dikutip Kempalan dari Aljazeera.

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Abdulsalam juga mengharapkan bahwa Arab Saudi akan mengumumkan akhir dari blokade atas bandara dan pelabuhan dan sebuah prakarsa yang melepaskan 14 kapal yang ditahan oleh koalisi. Ia menambahkan bahwa membuka bandara dan pelabuhan adalah hak asasi manusia dan seharusnya tidak digunakan sebagai alat untuk menekan pihak lawan. (Aljazeera, rez)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.