JAKARTA-KEMPALAN: Demi mendorong percepatan vaksin Covid-19 pemerintah membuat vaksin mandiri yang bisa diikuti perusahaan bagi karyawan masing-masing. Lalu bagaimana cara perusahaan yang mau bergabung dengan vaksinasi mandiri?
Berdasarkan data paparan Kadin Indonesia yang diterima Sabtu (20/03) disebutkan bagi setiap perusahaan yang ingin ikut berpartisipasi bisa melakukan pendaftaran di vaksin.kadin.id.
“Pendaftaran perusahaan di tahap 2 selambat-lambatnya diterima 24 Maret 2021. Data peserta vaksinasi selambat-lambatnya diserahkan pada 10 April 2021,” tulis paparan yang dikutip Sabtu (20/03).
Ada tiga hal yang membedakan vaksin gotong royong dengan vaksin nasional. Pertama, vaksin nasional dibiayai pemerintah. Gratis untuk masyarakat. Sedangkan vaksin gotong royong dibiayai perusahaan dan gratis untuk karyawan.
Kedua, jenis vaksin yang digunakan pada program vaksinasi Covid-19 nasional berbeda dengan jenis vaksin pada program vaksinasi gotong royong.
Dan terakhir, fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang digunakan berbeda, karena rumah sakit atau fasilitas kesehatan pemerintah tidak boleh digunakan program vaksinasi gotong royong.
Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi dalam Keterangan Pers menyatakan vaksinasi ini adalah merupakan pelaksanaan vaksinasi dilakukan oleh badan hukum atau badan usaha.
Sementara itu, merujuk Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI No HK.02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19 terkait syarat penerima vaksin Covid-19.
Syarat kelompok usia yang diperbolehkan mendapat suntikan vaksin adalah orang dewasa yang sehat dengan usia di atas 18 tahun. Hal ini juga berlaku untuk vaksin AstraZeneca yang baru saja diberi izin oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Para peneliti akan menggunakan 300 sukarelawan anak untuk menguji keefektifan vaksin AstraZeneca untuk kelompok usia antara 6 hingga 17 tahun. Uji klinis ini akan menilai apakah vaksin yang dikenal sebagai vaksin ChAdOx1 nCoV-19 buatan Oxford Inggris ini, akan menghasilkan respons imun yang kuat pada anak-anak dalam kelompok usia tersebut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS), menyatakan, sangat jarang anak-anak terkena kasus Covid-19 yang parah. Menurut perkiraan CDC, tingkat rawat inap Covid-19 lebih tinggi 80 kali di antara orang dewasa yang berusia di atas 85 tahun daripada di antara anak-anak berusia 5 hingga 17 tahun.
Tingkat kematian orang dewasa yang berusia di atas 85 tahun bahkan sangat jauh, yaitu 7.900 kali lebih tinggi daripada anak-anak. Memang selalu ada pengecualian. Anak-anak juga ada yang sudah dirawat di rumah sakit dan meninggal karena virus ini.
Beberapa bukti juga menunjukkan bahwa anak-anak dapat mengembangkan gejala jangka panjang setelah infeksi seperti orang dewasa. Akan tetapi, secara umum, anak yang terkena Covid-19 cenderung memiliki kasus yang cukup ringan dan sembuh total. (cn/km/ist)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi