LONDON-KEMPALAN: Ketua eksekutif Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Mark Bullingham telah menyampaikan “permintaan maaf yang tulus” kepada para korban yang mengalami pelecehan seksual anak di sepak bola. Hal itu dilakukan setelah menerima tinjauan independen yang mengukapkan bahwa FA tidak melakukan tindakan untuk menjaga keamanan anak-anak dari pelecehan seksual yang terjadi di antara tahun 1995 dan 2000.
Pencarian empat tahun itu menghasilkan laporan 707 halaman yang diterbitkan oleh Clive Sheldon QC pada hari Rabu kemarin, laporan itu menggambarkan FA memiliki “kegagalan institusional yang signifikan” dalam mengatasi pelecehan seksual anak
62 korban yang selamat serta 157 orang orang lainnya memberikan bukti untuk penyelidikan. Bukti yersebut memperlihatkan bagaimana cara FA dan setiap klub menanggapi laporan pelecehan pada saat itu.
Menanggapi laporan itu, Bullingham, Ketua FA mengatakan itu adalah “hari gelap bagi sejarah sepak bola yang indah”, dia melihat bahwa telah terjadi “pelanggaran kepercayaan yang sangat menyayat hati”, dan bahwa FA “tidak punya pembelaan” untuk kegagalan yang mereka lakukan saat itu. Dia juga menambahkan bahwa organisasi menerima dan mendukung rekomendasi Sheldon secara penuh dan berjanji untuk terus meningkatkan praktik pengamanan, terutama terkait dengan pelecehan seksual.
“FA sangat mengagumi Anda. Keberanian Anda selama proses ini luar biasa. Suara Anda begitu kuat,” kata Bullingham, saat memuji para korban dalam sebuah pernyataan.
“Saya ingin memulai dengan memberikan permintaan maaf yang tulus atas nama Asosiasi Sepak Bola kepada semua korban, kami meminta maaf karena ini (pelecehan seksual) terjadi pada Anda dalam sepak bola. Seharusnya tidak ada anak yang mengalami pelecehan yang Anda terima.”
“Apa yang Anda alami sangat mengerikan dan sangat mengecewakan karena tidak ada uang kami lakukan pada saat itu, untuk memberi Anda perlindungan yang pantas Anda dapatkan.” (Edwin Fatahuddin-SkySport)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi