Selasa, 19 Mei 2026, pukul : 01:38 WIB
Surabaya
--°C

Studi Negara Bangladesh, Bunuh Diri Lebih Mematikan daripada Virus Corona

DHAKA – KEMPALAN: Bangladesh melaporkan 70% lebih banyak kematian akibat bunuh diri daripada COVID-19. Lebih banyak orang di Bangladesh meninggal karena bunuh diri pada tahun lalu daripada mereka yang terbunuh oleh virus korona, menurut sebuah studi baru pada hari Sabtu (13/3) oleh Aachol Foundation.

Bunuh diri merenggut 14.436 nyawa antara Maret tahun lalu dan Februari 2021, dibandingkan dengan 8.462 kematian terkait COVID-19 selama waktu itu.

Melansir dari Anadolu Agency, Pandemi virus korona dilaporkan telah menyebabkan kecenderungan bunuh diri meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan di kalangan pelajar. Frustrasi dan depresi meningkat, mendorong banyak orang untuk bunuh diri, kata penelitian tersebut.

Diperkirakan 10.000 orang bunuh diri di Bangladesh rata-rata setiap tahun, menurut Biro Statistik negara Bangladesh.

Yayasan tersebut mengatakan bahwa perawatan, perawatan mental, dan dukungan sulit diakses di Bangladesh, terutama bagi kaum muda.

Menurut penelitian tersebut, 49% korban bunuh diri berusia antara 20 dan 35 tahun, dan 57% adalah wanita. (Abdul Manaf Farid)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.