DHAKA – KEMPALAN: Bangladesh melaporkan 70% lebih banyak kematian akibat bunuh diri daripada COVID-19. Lebih banyak orang di Bangladesh meninggal karena bunuh diri pada tahun lalu daripada mereka yang terbunuh oleh virus korona, menurut sebuah studi baru pada hari Sabtu (13/3) oleh Aachol Foundation.
Bunuh diri merenggut 14.436 nyawa antara Maret tahun lalu dan Februari 2021, dibandingkan dengan 8.462 kematian terkait COVID-19 selama waktu itu.
Melansir dari Anadolu Agency, Pandemi virus korona dilaporkan telah menyebabkan kecenderungan bunuh diri meningkat pada tingkat yang mengkhawatirkan di kalangan pelajar. Frustrasi dan depresi meningkat, mendorong banyak orang untuk bunuh diri, kata penelitian tersebut.
Diperkirakan 10.000 orang bunuh diri di Bangladesh rata-rata setiap tahun, menurut Biro Statistik negara Bangladesh.
Yayasan tersebut mengatakan bahwa perawatan, perawatan mental, dan dukungan sulit diakses di Bangladesh, terutama bagi kaum muda.
Menurut penelitian tersebut, 49% korban bunuh diri berusia antara 20 dan 35 tahun, dan 57% adalah wanita. (Abdul Manaf Farid)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi