SIDOARJO – KEMPALAN: Beribadah dengan khusyuk, aman, dan nyaman. Begitulah harapan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali. Rabu (10/3), Bupati Muhdlor dan Wakil Bupati Subandi menyaksikan vaksinasi untuk tokoh agama dan imam masjid dari seluruh Kota Delta. Mereka patut mendapat perhatian menjelang bulan suci Ramadan ini.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo melakukan vaksinasi di Masjid Agung. Vaksinasi bertujuan mencegah penyebaran virus Covid-19. ”Kami ingin menjaga beliau (ulama dan imam) semua. Tidak ingin ulama-ulama kita yang sudah sepuh tidak terproteksi dengan baik,” kata Muhdlor.
Tugas bupati dan wakil bupati, lanjut dia, memastikan seluruh ulama, imam masjid, dan musala bisa memimpin ibadah secara khidmat. Warga Sidoarjo pun bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk. Dinkes menargetkan vaksinasi para ulama dan imam masjid yang berjumlah sekitar 2 ribu orang itu akan tuntas dalam dua bulan.
Gus Muhdlor berharap pelaksanaan ibadah bulan suci Ramadan tahun ini tidak seperti tahun lalu. Penuh kekhawatiran akan penularan penyakit. Sekarang kondisi seperti itu diharapkan tidak terjadi lagi. Nyaman selama Ramadan. ”Tidak lagi dalam kondisi ketakutan,” kata putra KH Ali Masyhuri ini.
Sementara itu, Kadinkes dr Syaf Satriawarman mengatakan, vaksinasi di Masjid Agung itu merupakan pembukaan rencana vaksinasi untuk seluruh ulama di Kabupaten Sidoarjo. Vaksinasi berikutnya akan ditangani puskesmas setempat.
“Jadi nanti puskesmas yang akan menghubungi setiap masjid. Menginformasikan vaksinasi yang dilakukan di puskesmas wilayah masing-masing. Targetnya dua bulan selesai,” jelasnya.
Syaf menambahkan, puskesmas diminta melaporkan ke dinas Kesehatan. Masjid mana saja yang sudah dan yang belum divaksinasi. Termasuk yang tidak mau divaksin. Kalau tidak mau alasannya harus jelas. ”Kalau ndak mau mungkin dari dewan masjid nanti melarang jadi imam,” ujarnya. (Ir/kominfo/tan)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi