Izin BPOM untuk Vaksin AstraZeneca Diberikan, Ribuan Ulama Sidoarjo Divaksin

waktu baca 4 menit

JAKARTA-KEMPALAN: Update kasus positif virus Corona atau Covid-19 di Indonesia yang tercatat pada Rabu (10/3/2021), berdasar data di situs Covid19.go.id, terdapat penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 5.633 kasus.

Total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia saat ini telah mencapai 1.398.578 pasien positif. Sebelumnya, total kasus terkonfirmasi positif di hari sebelumnya sebanyak 1.392.945 kasus.

Sementara itu, jumlah penambahan pasien sembuh pada hari ini sebanyak 5.556. Dengan penambahan itu, total pasien sembuh pada hari ini menjadi 1.216.433 orang.

Sedangkan pada hari sebelumnya, total pasien yang sembuh yakni 1.210.877 orang. Kemudian, total pasien yang meninggal dunia karena Covid-19 menjadi 37.932 setelah terdapat penambahan kasus meninggal pada hari ini sebanyak 175 kasus. Sementara itu, total pasien yang meninggal pada hari sebelumnya sebanyak 37.757 kasus.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca. Sebanyak 1.113.600 vaksin AstraZeneca yang tiba di Indonesia diperoleh melalui kerja sama multilateral dengan COVAX Facility.

“BPOM menerbitkan persetujuan penggunaan masa darurat (vaksin Covid-19 AstraZeneca) pada 22 Februari yang lalu dengan nomor EUA 2158100143A1,” kata Kepala BPOM Penny Lukito dalam konferensi pers secara virtual.

Vaksin yang dikembangkan Oxford University bersama perusahaan farmasi AstraZeneca ini didaftarkan ke BPOM melalui dua jalur. Pertama, jalur bilateral oleh AstraZeneca Indonesia. Kemudian jalur multilateral melalui mekanisme COVAX Facility yang didaftarkan PT Bio Farma. Vaksin AstraZeneca dikemas di dalam dus yang berisi 10 vial dengan volume 5 ml dan masing-masing vial berisi 10 dosis vaksin.

Penny mengatakan, sebelum penerbitan izin penggunaan darurat BPOM telah mengevaluasi mutu, khasiat dan keamanan vaksin. “Evaluasi bersama Tim Ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan pihak terkait lainnya,” ujarnya.

Vaksin Covid-19 AstraZeneca memiliki efikasi sebesar 62,1 persen. Besaran ini sesuai dengan syarat yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yaitu sebesar 50 persen. Penny mengatakan, dalam proses evaluasi vaksin diberikan dua dosis dengan interval 4 hingga 12 minggu pada total 23.745 subjek. Berdasarkan proses tersebut, vaksin dinyatakan aman dan dapat ditoleransi dengan baik.

Ribuan Ulama Sidoarjo Divaksin

Ribuan ulama dan imam masjid di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengikuti vaksinasi sebagai upaya menerangi penyebaran virus korona, terutama menjelang Ramadan.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor, mengatakan pelaksanaan vaksinasi itu secara simbolis dilakukan di Masjid Agung Sidoarjo.

‘Dalam dua bulan ke depan dinas kesehatan akan fokus melakukan vaksinasi para ulama dan imam Masjid yang targetnya ada 2.000 orang,” ucapnya, Rabu, 10 Maret 2021.

Ia mengemukakan dengan pelaksanaan vaksinasi terhadap ulama dan imam masjid, bisa meningkatkan kekhusyukan masyarakat Sidoarjo saat menjalankan ibadah Ramadan.

“Kami ingin menjaga beliau (ulama dan imam) semua, kami tidak ingin ulama-ulama yang sudah sepuh tidak terproteksi dengan baik. Tugas kami memastikan seluruh ulama imam-imam masjid dan musala bisa memimpin secara khidmat dan warga bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan ibadah Ramadan tidak seperti tahun kemarin yang dalam kondisi ketakutan. Namun dengan vaksinasi, setidaknya memberikan sedikit keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat.

Di sisi lain, kata Gus Muhdlor, vaksinasi untuk guru kemarin sudah dilakukan. Setelahnya, dinkes diminta melihat proyeksi dalam dua bulan ke depan untuk menentukan sasaran vaksinasi.

“Dua bulan ke depan saya yakin sekolah tatap muka belum berjalan, karena aturan dari pusat belum turun. Untuk membaca dua bulan ke depan yaitu persiapan Ramadan, sudah bisa ibadah dengan aman dan tenang. Yang paling penting ada proteksi terhadap ulama-ulama karena sebenarnya itu adalah aset terbesar yang dimiliki Sidoarjo,” terang dia.

Sementara itu, Kadinkes Kabupaten Sidoarjo Syaf Satriawarman mengatakan, vaksinasi yang digelar di Masjid Agung Sidoarjo merupakan pembukaan untuk seluruh ulama di wilayahnya sebagai persiapan memasuki Ramadan. Targetnya, dua bulan kedepan seluruh ulama atau imam masjid sudah tervaksinasi dengan total sasaran sebanyak 2.000 orang.

“Jadi nanti puskesmas yang akan menghubungi setiap masjid menginformasikan untuk dilakukan vaksinasi di puskesmas wilayahnya, targetnya dua bulan selesai ada 2.000 orang,” imbuh dia. (tr/km/su/ist)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *